Warga Kembang Pacitan Gelar Simulasi Evakuasi mandiri Laka Air - Medianed Indonesia
News Update
Loading...

Jumat, 05 Mei 2023

Warga Kembang Pacitan Gelar Simulasi Evakuasi mandiri Laka Air

Laka Air Pacitan
Tim Rescue Evakuasi Dua Wisatawan Tercebur ke Sungai (foto/trinoto)

PACITAN – lensapacitan.com, Dua orang wisatawan, yang tengah menyusuri sungai Grindulu menuju obyek Wisata Watu Mejo, Mangrove Park dusun Kiteran, Desa Kembang, Pacitan tenggelam, saat asyik bergurau bersama temannya di atas perahu. Remaja yang tidak menggunakan pelampung itu tercebur ke sungai. beruntung, keduanya berhasil diselamatkan oleh pengelola wisata setempat.

 

Kejadian tersebut bermula, ketika belasan warga hendak menikmati keindahan alam, menyusuri sungai grindulu, menuju obyek wisata baru di Pacitan itu. Mereka menggunakan perahu wisata yang telah disiapkan pengelola. Peralatan pengamanan pun wajib dikenakan oleh setiap pengunjung, namun dua remaja tidak mau menggunakan pelampung dengan berbagai alasan. “mas tolong dipakai pelampungnya,” kata salah seorang penjaga tiket masuk.

 

Rombongan kemudian menyusuri sungai grindulu, lagi-lagi dua remaja itu bikin ulah, mereka bermain dan bergurau dengan temannya di atas perahu. Warga lainnya pun beberapa kali mengingatkan agar tidak bergurau  diingatkan oleh warga lain. “ le ojo sembrono le, dikandani ngeyel yen kejegur piye,” ucap ibu-ibu memberikan peringatan. Keduanya pun tak mengindahkan peringatan itu dan akhirnya mereka tercebur ke sungai Grindulu.

 

Sesaat kemudian, tim rescue datang setelah dihubungi oleh pengemudi perahu wisata. kedua remaja tersebut akhirnya bisa diselamatkan, dan diangkat ke perahu, untuk dibawa ke daratan. setelah mendapatkan pertolongan, kedua remaja tersebut berhasil selamat. ini adalah skenario simulasi penanganan laka air yang dilakukan oleh kelompok masyarakat Jangkar Segoro Kidul, selaku pengelola wisata  susur sungai dan Watu Mejo Mangrove Park.

 

“disini kami memperagakan evakuasi secara mandiri yang terjadi laka air di sungai Grindulu. Jadi tadi kita memperagakan ada rombongan pengunjung, dan ada dua pengunjung yang sudah diberi arahan untuk menggunakan pelampung namun tidak mau, dan akhirnya dia tercebur ke sungai,” kata Slamet Riyadi Ketua Kelompok Masyarakat Jangkar Segoro kidul usai mengikuti simulasi ,Kamis (4/5/2023).

 

Warga dusun Kiteran, Desa Kembang, pacitan ini lanjut Slamet banyak yang berprofesi sebagai nelayan. Sehingga kejadian laka air bisa saja terjadi pada warganya. Ditambah lagi banyaknya wisatawan yang ingin menikmati wisata baru susur sungai Grindulu menuju konservasi mangrove.

 

“Kecelakaan di air bisa terjadi setiap saat, makanya kami menyiapkan tim penanganan laka yang berasal dari warga sekitar dan nelayan untuk kita latih bagaimana jika terjadi laka,” lanjutnya.

 

Ia pun berharap kemampuan penyelamatan ini berguna bagi warga yang lain, selain karena wisata yang dikembangkan, wilayah dusun Kiteran, memiliki  potensi bencana berupa banjir dan tsunami.

 

“Potensi dan siklus yang sering terjadi adalah banjir, pada tahun 2017 wilayah kami terendam banjir, lalu kami bisa melakukan evakuasi mandiri. Kali ini tim evakuasi ini terus dilatih oleh Rumah Zakat  dan alhamdulilah tim evakuasi ini bisa berkelanjutan dan maksimal,” pungkas Slamet.

 

Simulasi evakuasi mandiri laka air ini dilakukan kelompok Jangkar Segoro Kidul bersama Rumah Zakat Action, dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana. (not)

Share with your friends

Give us your opinion

Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done