Medianed Indonesia: Ekonomi
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Oktober 2026

Bangga Kopi Pacitan, Strategi Buka Pasar Lebih Luas bagi Petani dan UMKM

Bangga Kopi Pacitan, Strategi Buka Pasar Lebih Luas bagi Petani dan UMKM


 PACITAN – Kopi lokal Pacitan didorong untuk tidak hanya menjadi produk kebanggaan daerah, tetapi juga mampu menembus pasar yang lebih luas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membangun komitmen bersama untuk menggunakan dan mempromosikan kopi Pacitan di lingkungan pemerintahan maupun sektor usaha.

Komitmen tersebut ditandatangani secara simbolis dalam Festival Kopi Pacitan yang digelar Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian (Dikuperin) bersama PLUT KUMKM Kabupaten Pacitan, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur yang memiliki peran penting dalam rantai usaha kopi, mulai dari petani, pengolah kopi, pelaku UMKM, pemilik kedai, barista, komunitas kopi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga mitra usaha.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha kopi Pacitan, mulai dari produksi di tingkat petani hingga pemasaran produk kepada konsumen.

Sekretaris Daerah Pacitan, Heru Wiwoho, yang hadir mewakili bupati, mengajak masyarakat dan instansi untuk memberikan prioritas kepada produk kopi daerah sendiri.

“Kalau ada kopi Pacitan mengapa harus memilih kopi dari daerah lain,” ujarnya.

Menurut Heru, semakin luas penggunaan kopi lokal akan membuka peluang bagi produk kopi Pacitan untuk lebih dikenal dan dimanfaatkan dalam berbagai kegiatan. Instansi pemerintahan, perkantoran, hotel, restoran, kedai kopi, hingga pusat oleh-oleh wisata diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dikuperin dan PLUT KUMKM Kabupaten Pacitan, Muhammad Ali Mustofa, menilai komitmen bersama menjadi salah satu langkah untuk memperkuat identitas dan branding kopi lokal.

Dengan identitas yang semakin kuat, kopi Pacitan diharapkan mampu menjangkau konsumen lebih luas sekaligus membuka peluang usaha bagi petani dan pelaku UMKM.

Festival Kopi Pacitan menjadi bagian dari upaya mempertemukan pelaku usaha dari hulu hingga hilir. Sejumlah agenda disiapkan, antara lain bazar UMKM dan gapoktan kopi, Pacitan Fun Brewing Competition, kompetisi menyeduh kopi antarkepala OPD, serta rembuk kopi Pacitan.

Ada pula kegiatan seduh 1.000 cangkir kopi Pacitan yang menjadi sarana promosi produk lokal kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, pengembangan kopi Pacitan diharapkan tidak berhenti pada promosi semata. Dukungan terhadap penggunaan produk lokal juga diharapkan dapat menjadi peluang untuk memperkuat pemasaran, meningkatkan nilai tambah produk, dan mendorong pertumbuhan usaha kopi di Kabupaten Pacitan.

Jumat, 25 Agustus 2023

Bazar UMKM Rakyat Merdeka Kolaborasi Bangun UMKM

Bazar UMKM Rakyat Merdeka Kolaborasi Bangun UMKM


PACITAN, Lensapacitan.com - Lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) se-Madiun Raya menggelar Bazar UMKM Rakyat Merdeka. Acara ini digelar selama dua hari di Pacitan, pada 24-25 Agustus.


Pekan UMKM Kemenkeu Satu diikuti oleh sedikitnya 36 pelaku UMKM di Kabupaten Pacitan. Acara yang dilaksanakan selama satu pekan tersebut menyajikan berbagai produk unggulan daerah mulai dari makanan olahan, kerajinan serta produk lainnya.


Keberadaan pelaku UMKM menjadi motor penggerak bagi perekonomian, sehingga Pemkab Pacitan konsen dalam upaya peningkatan kapasitas dan kualitas pelaku UMKM di kota berjuluk Paradise of Java ini.


Hal tersebut disampaikan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji saat membuka acara Pekan UMKM Kemenkeu Satu di Gedung Gasibu Swadaya, Kamis (24/08). Mas Aji menegaskan, untuk mengembangkan sektor UMKM membutuhkan dukungan berbagai pihak. Salah satunya melalui kegiatan Pekan UMKM yang diinisiasi oleh jajaran kementerian Keuangan.


"Saya mengamati bahwa kegiatan hari ini, adalah wujud kolaborasi yang nyata antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan stakeholders mitra UMKM," ungkap Mas Aji.


Bazar UMKM Rakyat Merdeka kian semarak lantaran melibatkan seluruh bendahara organisasi perangkat daerah (OPD) maupun satker vertikal, yang bekerja sama dengan Taspen, KPKNL Madiun, calon pensiunan serta sejumlah UMKM di Pacitan.


Lurensia Firmani, Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pacitan mengatakan, Bazar UMKM Rakyat Merdeka diawali dengan sosialisasi melibatkan para bendahara. Juga ada sosialisasi dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).


Selain mereka, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Ponorogo juga mengisi sosialisasi perpajakan untuk para pelajar setempat. Sementara, Kemenag mengedukasi masyarakat mengenai sertifikasi halal.


Pekan UMKM juga dirangkaikan dengan penyerahan SK purna tugas kepada 90 PNS . Mereka adalah abdi negara yang pensiun periode Oktober, November dan Desember 2023.




Kamis, 27 Juli 2023

Tahun Ajaran Baru, Penjahit Seragam Kebanjiran Pesanan

Tahun Ajaran Baru, Penjahit Seragam Kebanjiran Pesanan

lensa pacitan

KEBONAGUNG - lensapacitan.com, Tahun ajaran baru menjadi berkah tersendiri bagi penjahit seragam sekolah di dusun Gawang, Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Banyaknya konsumen pembuatan seragam sekolah membuat Nunung Rohmad terpaksa menolak pesanan jahit selain seragam sekolah untuk sementara waktu. 


"Sementara pesanan diluar seragam sekolah tidak saya terima, karena pengerjaan seragam ini harus cepat untuk dipakai siswa masuk sekolah, " kata Nunung disela-sela aktivitas menjahit Rabu(26/7/2023). 


Usaha jahit dengan nama Griya Jahit ini, mempekerjakan 5 orang karyawan. Nunung bertugas membuat pola, semetara karyawannya bertugas menjahit sedangkan istrinya memasang kancing baju dan pengemasan seragam yang sudah jadi. 


Dalam sehari rata-rata seorang penjahit bisa menyelesaikan lima hingga delapan seragam. Permintaan pembuatan seragam ini mulai masuk sejak awal bulan Juni lalu. Sedikitnya ada 100 Siswa yang menjahitkan seragam di Griya jahit ini. 


"Sudah ada 100 Siswa yang kesini, dan mungkin masih bertambah lagi," lanjutnya. 


Konsumen yang datang mulai dari siswa Sekolah menengah pertama, SMA dan SMK hingga Pondok Pesantren. Rata-rata seorang siswa menjahitkan seragam sebanyak 3 stel.


"Satu siswa biasanya membawa tiga stel seragam, seragam putih, identitas dan pramuka terdiri dari baju dan juga celana atau rok," jelasnya. 


Jasa jahit satu stel seragam ia bandrol mulai dari Rp.140 ribu hingga Rp 150 ribu. Selama tahun ajaran baru ini, omsetnya meningkat hingga 60 persen dibanding bulan biasanya. (not) 

Senin, 26 Juni 2023

Serba Serbi Gaji Ke 13

Serba Serbi Gaji Ke 13


Gaji ke-13 adalah tambahan gaji untuk aparatur negara (PNS, CPNS, PPPK, Prajurit TNI, anggota Polri, dan Pejabat Negara), pensiunan, penerima pensiunan, dan penerima tunjangan sebagai wujud penghargaan atas pengabdian kepada bangsa dan negara dengan memperhatikan kemampuan keuangan negara.

Sedangkan PPNPN (satpam, pengemudi, petugas kebersihan, dan pramubakti) pada satker yang membuat perjanjian/kontrak dengan KPN/PPK untuk melaksanakan kegiatan operasional kantor tidak mendapatkan penghasilan ke-13 atau THR dan hanya memperoleh tunjangan Hari Raya Keagamaan sepanjang dianggarkan dalam DIPA berupa 13 kali penghasilan honor dalam satu tahun. 

Berdasarkan arsip pemberitaan Harian Kompas (6/11/1969), gaji ke-13 pertama kali diberikan kepada abdi negara pada tahun 1969. Pemerintah pada saat itu tidak memberikan tambahan gaji ke-13 namun juga gaji ke-14 sebagai pengganti hadiah lebaran yang dibayarkan pada bulan November dan Desember tahun 1969.

Namun setelah itu gaji ke-13 tidak diberikan lagi secara rutin. Berdasarkan instruksi Presiden gaji ke-13 diberikan lagi pada bulan Juni tahun 1979.

Lalu tidak dibayarkan lagi pada tahun 1980-1982, dengan alasan pemerintah telah memberikan tunjangan perbaikan penghasilan. Kemudian pada tahun 1983, Pemerintah kembali memberikan gaji ke-13 dan dibayarkan pada bulan Juli tahun itu. Waktu pencairan gaji ke-13 sekitar pada bulan Juni-Juli dan bertepatan dengan tahun ajaran baru. Uang gaji ke-13 diharapkan dapat membantu meringankan beban para PNS untuk biaya putra-putrinya memasuki tahun ajaran baru.

Pada tahun 1984, gaji ke-13 tidak diberikan kepada PNS. Saat itu pemerintah mengambil kebijakan ini karena sebelumnya sudah menaikkan gaji PNS sebesar 15%. Hal ini berlanjut sampai dengan tahun 2003.

Pada tahun 2004, gaji ke-13 kembali diberikan kepada PNS. Pemberian ini sebagai bentuk kompesasi dari pemerintah karena tidak adanya kenaikan gaji ASN di tahun 2004. Pemerintah memberikan gaji ke-13 kepada PNS, anggota TNI/Polri, dan para pensiunan pada bulan Juni pada tahun itu. Kesepakatan pemerintah dan DPR, tujuan pemberian gaji ke-13 adalah membantu mengurangi beban pendidikan anak-anak PNS, TNI/Polri, dan pensiunan. Kebijakan pemberian gaji ke-13 berlanjut sampai pada saat ini.

Namun pada saat pandemi virus Covid melanda dunia dan mulai menyerang Indonesia, pada tahun 2020 gaji ke-13 hanya diberikan kepada PNS, anggota TNI/Polri, dan pensiunan. Sedangkan untuk pejabat negara tertentu (presiden dan wapres, ketua ,wakil ketua, dan anggota MPR/DPR/DPD/BPK/KY, ketua, wakil ketua, ketua muda, dan hakim agung pada MA, ketua, wakil ketua KPK, Menteri dan wakil menteri atau setingkat, kepala perwakilan di luar negeri, bupati/walikota dan wakilnya, anggota DPRD), pejabat eselon I dan II atau setingkat, dan PNS/TNI/Polri yang menjalani cuti di luar tanggungan negara atau sedang ditugaskan di luar instansi pemerintah tidak diberikan gaji ke-13.

Pemerintah memberikan gaji ke-13 tetapi tidak kepada golongan tertentu dengan pertimbangan kondisi keuangan negara lebih fokus kepada penanganan virus Covid 19 dan dalam rangka stimulus ekonomi. Beda dengan tahun-tahun sebelum, gaji ke-13 tahun 2020 baru diberikan pada bulan Agustus tahun berkenaan.

Pada tahun 2021 gaji ke-13 diberikan PNS, anggota TNI/Polri, pejabat negara, penerima pensiun dan penerima tunjangan yang bersumber dari APBN. Pencairan gaji ke-13 2021 meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga dan tunjangan jabatan yang melekat dan diberikan pada Juni 2021. Tunjangan kinerja yang menjadi komponen dikeluarkan pada gaji ke-13 kali ini.

Pada tahun 2022 gaji ke-13 diberikan kepada sebagaimana tahun 2021 dengan besaran perhitungan yang sama dan ada tambahan tunjangan kinerja sebesar 50% dari yang diterima setiap bulan. Masuknya komponen tunjangang kinerja dikarenakan menguatnya tren pemulihan ekonomi dan penerimaan negara cukup baik. Gaji ke-13 pada saat itu diberikan paling cepat bulan Juli dan berdasarkan gaji bulan sebelumnya.

Pada tahun 2023 kebijakan pemberian gaji ke-13 dituangkan dalam Peraturan Pemerintah nomor 15 tahun 2023. Gaji ke-13 diberikan kepada PNS dan CPNS, PPPK, Prajurit TNI, anggotan Polri, pejabat negara, pensiunan, penerima pensiunan dan penerima pensiunan. Komponen gaji ke-13 sama seperti yang diberikan tahun sebelumnya (gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan, dan tunjangan pangan) dan ditambah tunjangan kinerja sebesar 50%. Gaji ke-13. 



Gaji ke-13 dibayarkan paling cepat bulan Juni 2023 berdasarkan gaji bulan Mei 2023. Gaji ke-13 diberikan sebagai wujud penghargaan atas pengabdian kepada bangsa dan negara dengan memperhatikan kemampuan keuangan negara. Selain itu membantu pembiayaan pendidikan, pemberian gaji ke-13 diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan perekonomian nasional.  

Sebagai wujud rasa syukur, ANS dan lainya atas kebijakan pemerintah ini, hendak gaji ke-13 digunakan sebaik mungkin sesuai tujuan pemerintah. Paling tidak dalam pemanfaatannya harus memperhatikan beberapa hal:

  1. hindari budaya konsumtif dan pemborosan. . Gaya hidup konsumtif adalah gaya hidup yang berlebihan membeli suatu barang atau jasa dengan mengutamakan keinginannya daripada kebutuhannya,
  2. utamakan berbelanja kepada pelaku usaha kecil dan menengah agar percepatan pemulihan ekonomi dapat menyentuh semua lapisan masyarakat, dan 
  3. sisihkan sebagian uang THR dan gaji ke-13 untuk berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan.

Artikel ditulis oleh: Hendro Siswandi - Pegawai KPPN Pacitan


Rabu, 21 Juni 2023

Inovatif, Mengemas Informasi Pajak Dengan Program  Podcast

Inovatif, Mengemas Informasi Pajak Dengan Program Podcast


PACITAN, lensapacitan.com - Informasi perpajakan acap kali tidak begitu diminati oleh masyarakat maupun wajib pajak. Informasi yang tidak tersampaikan secara baik akan menyebabkan menjadi salah satu penyebab minat wajib pajak rendah. 


Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan Pacitan dan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Ponorogo membuat inovasi dengan program Podcast sehingga informasi dikemas santai dan menghibur. 


"Podcast ini memang program kita, di tahun 2022 kita berhasil membuat majalah. Lha kita lagi mengembangkan podcast yang lagi trend. Ini untuk Bagaimana mengajarkan, memberikan informasi tentang pajak tetapi masyarakat menerima dengan enak," kata Indra Priyadi, Kepala Kantor KPP Pratama Ponorogo (21/6/2023) 


Ditahun ini lanjut Indra akan mengusahakan ada podkes, sehingga dia melakukan pembekalan kepada anggota KP2KP dan KPP Pratama Ponorogo dengan narasumber Staf Kominfo Kabupaten Pacitan sekaligus Direktur Operasional Radio Suara Pacitan Purwoto. 


"Rencananya sebulan sekali, sebenarnya sudah jalan namun seadanya dan teman-teman masih ada kendala," lanjutnya. 


Menurut Indra Informasi pajak dinilai biasa oleh masyarakat, dan jika diinformasikan secara biasa pula tidak akan menarik. "misalnya penurunan pajak, insentif dan lain-lain dikemas menarik sehingga masyarakat mendengarkan, "pungkasnya. 


Purwoto Narasumber dalam kegiatan itu mengatakan dalam menjadi host acara podcast sedikit banyak harus mengetahui berbagai sesuai, selain itu harus ada kemistri antara host dengan narasumber. (not) 


Senin, 19 Juni 2023

Serapan Tenaga Kerja Lokal PLTU Pacitan Minim

Serapan Tenaga Kerja Lokal PLTU Pacitan Minim


PACITAN, lensapacitan.com, Pembangunan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pacitan atau yang saat ini bertransformasi menjadi PLN Nusantara Power Unit Pembangkit (UP) Pacitan ternyata belum berdampak positif bagi masyarakat sekitar. Pasalnya dengan adanya pembangunan ini, masyarakat sekitar sulit mendapatkan lapangan pekerjaan.


Keberadaan PLTU Pacitan ini diharapkan membuat tingkat pengangguran di Pacitan menurun. Maklum, tingkat pengangguran di kabupaten ini mencapai 3.65 persen atau 13.092 jiwa.


Pasalnya pembangkit listrik di wilayah pacitan timur itu dinilai masih banyak mendatangkan pekerja dari luar daerah. Sementara warga Pacitan belum maksimal dilibatkan dalam objek strategis nasional tersebut.


Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) mencatat. 301 orang bekerja di PLTU Pacitan terdiri dari 286 tenaga kerja laki-laki dan 15 perempuan, meskipun lebih banyak warga lokal namun jarang ditemui menjadi bagian dari managerial PLTU, Selebihnya posisi managerial maupun tenaga teknis lebih banyak diisi oleh tenaga kerja luar daerah." sebetulnya tidak terlalu banyak menyerap tenaga kerja,"kata Kabid Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disdagnaker Pacitan Supriyono kemarin (15/6).


Supriyono menyebut, tenaga kerja luar daerah menempati jabatan profesi bidang Manager, Direksi, Konsultan, teknisi hingga supervisor. 

sementara itu tenaga kerja lokal diposisikan menjadi tenaga administrasi maupun buruh. sehingga terjadi ketimpangan antara tenaga kerja lokal dan tenaga kerja luar daerah, yang menempatkan tenaga kerja lokal hanya sebagai pesuruh."tenaga kerja lokal lebih banyak posisi buruh dan administrasi," tambahnya.


Sampai saat itu terdapat ratusan pekerja luar daerah yang bekerja di PLTU sejak awal proyek itu berdiri di Pacitan pada tahun 2007 lalu. paling banyak di tempatkan bidang teknik pengoperasian pembangkit listrik selama tiga tahun."belum banyak menyerap tenaga kerja lokal, soal itu kewenangan PLTU sendiri," pungkasnya

Rabu, 24 Mei 2023

Harga Telur Naik, Biaya Produksi Usaha Kue Meningkat

Harga Telur Naik, Biaya Produksi Usaha Kue Meningkat

Harga Telur
seorang karyawan menata kue di outlet/ foto: trinoto

PACITAN, lensapacitan.com - Lonjakan harga telur juga dirasakan dampaknya oleh pengusaha kuliner di Pacitan. Mereka pun harus memutar otak agar tetap bertahan. Di sisi lain kualitas produk tetap harus dijaga agar tak ditinggalkan pelanggan.


Satu di antara pengusaha yang terkena imbas kenaikan harga telur adalah Citra Dewi Noviani. Meski terasa berat, namun pemilik usaha Pastry and Cake ini memilih tak meningkatkan harga jual. Ukuran produknya pun tetap seperti biasa.


"kenaikan harga telur berimbas pada cost produksi meningkat, keuntungan kami menurun," ujarnya.


Tentu saja, keputusan Citra bukan bebas risiko. Biaya produksi yang bertambah tanpa diimbangi kenaikan harga berakibat pendapatan tak sebanyak biasanya. Pun begitu dirinya tetap optimis pada saatnya harga telur kembali normal dan dapat mengembalikan keuntungannya seperti semula.


"kami tak berani menaikan harga, takut pelanggan malah pergi, karena masyarakat tak setiap hari mengonsumsi roti,"ujar pemilik huriya Pastry an Cake ini


Sebagai pengusaha, Citra cukup kenyang dengan pengalaman menghadapi masa sulit. Hanya saja, selama ini dirinya berkomitmen mengedepankan pelayanan kepada pelanggan. Salah satunya dengan menjaga cita rasa serta memastikan bahan baku sesuai standar.


" Tidak bisa mengurangi komposisi, Agra tidak berubah rasa,"paparnya.


Hingga saat ini harga telur di pasaran memang belum stabil. Oleh karena itu, upaya terbaik yang mesti dilakukan pengusaha seperti Citra adalah bertahan. Terlebih, Cita juga harus menghidupin puluhan  orang karyawan. Citra mengatakan kebutuhan telur untuk bahan baku roti cukup besar. Dari puluhan varian produk yang dibuat, tiap harinya rata-rata menghabiskan telur sebanyak 100 kg. Pasokan sebanyak itu diperoleh dari distributor secara berlangganan.


"kalau Harag dari distributor masing 29 ribu, karena sudah langganan. dengan Harga saat ini beban cost produksi dan keuntungan tidak sesuai,"pungkasnya

Kamis, 22 Desember 2022

Tingkatkan SDM LPPL, Indonesia Persada ID Gelar Workshop Excellent Broadcaster

Tingkatkan SDM LPPL, Indonesia Persada ID Gelar Workshop Excellent Broadcaster


Gelaran acara Workshop Excellent Broadcaster yang dilaksanakan di Semarang Jawa Tengah selama 3 hari mulai tanggal 20-22 Desember 2022 dibuka langsung oleh Direktur Utama RRI, Hendrasmo serta dihadiri oleh ketua harian INDONESIAPERSADA.ID, Syaifudin Ahmad, Wakil Ketua INDONESIAPERSADA,ID, Riena Retnaningrum, serta SRM Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Tengah DIY, Ahmad Mustaqir dan undangan lainnya.


Workshop yang mengusung tema “Menjadi Praktisi Radio yang Adaptif di Era Digital” itu diikuti oleh 29 LPPL anggota INDONESIA PERSADA.ID yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Sulawesi, serta 1 LPPL dari Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.


3 orang personel LPPL Radio Suara Pacitan juga turut serta dalam pelatihan tersebut. Antara lain Suhartati Bidang Layanan Usaha, Maya Dea Maharani Bidang Siaran, dan Dodik Irawan Bidang Teknik. Selain teori mereka juga terlibat dalam praktik sesuai bidang masing-masing.


Ketua Harian INDONESIAPERSADA.ID Syaifuddin Ahmad dalam sambutannya mengatakan kegiatan tersebut sebagai salah satu realisasi salah satu hasil Mukernas di Bandungan beberapa waktu lalu dan bertujuan untuk meningkatkan Kualitas SDM LPPL.


Hari pertama, workshop diawali dengan materi  Pengenalan dan tutorial aplikasi  multiplatform yang nantinya akan difokuskan untuk anggota INDONESIAPERSADAID. Pada malam harinya dilanjutkan dengan materi “Jurnalistik Radio, Menulis untuk Telinga” yang dipaparkan oleh Kepala RRI Semarang, Danang Prabowo. Kegiatan Workshop Excellent Broadcaster ini didukung oleh Pemprov Jateng, LPP RRI dan PT. PLN Persero.

Jumat, 02 Desember 2022

UMK Pacitan Naik Rp 138 Ribu di Tahun 2022

UMK Pacitan Naik Rp 138 Ribu di Tahun 2022


PACITAN - lensapacitan.com, Perjuangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Pacitan naikan nilai upah minimum kabupaten (UMK) mereka berakhir manis. Jumat (25/11) lalu Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji tanda tangani usulan gaji buruh tersebut. Besarannya, naik Rp 138 ribu ketimbang upah tahun ini. 

Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja (Disdagnaker) Pacitan Supriyono mengatakan di tahun 2023 mendatang Pacitan usulkan UMK sebesar Rp 2.099 juta naik 7.05 persen dari tahun sebelumnya yakni Rp 1.961 juta. Angka tersebut buah itungan OPDnya dengan Asosiasia Pengusaha Indonesia (Apindo) serta SPSI beberapa pekan terakhir. ‘’Kita menggunakan rumus peraturan menteri ketenagakerjaan (Pemnaker) 18/2022 yang baru dikeluarkan beberapa waktu lalu, bukan peraturan pemerintah (PP) 36/2021,’’ jelasnya

Pemilihan rumus tersebut, lanjut Supriyono bukan tanpa pertimbangan. Meski sama-sama masih berlaku, namun Pemnaker condong ikuti kondisi saat ini. Utamanya, kebijakan Pemerintah Provinsi Jatim yang mewajibkan besaran UMK kabupaten/kota wajib lebih besar dari upah minimum provinsi (UMP) Rp 2.040 juta. ‘’Baik dalam Pemnaker 18/2022 ataupun PP 36/2021 ada klausul jika UMK kota dan kabupaten itu wajib lebih tinggi dari UMP, sementara kalau kita menggunakan PP 36/2021 besaran UMK Pacitan justru turun Rp 10 ribu dan pasti dicoret oleh Pemprov dan langsung dinaikan mereka,’’ ungkapnya. 

Meski telah diajukan naik Rp 138 ribu namun besaran tersebut dipastikan Supriyono bukanlah angka final UMK 2023 mendatang. Pun, keputusan penetapan tersebut tetap menunggu gubernur Jatim tetapkan besaran gaji pegawai minimum kelak. Enah lebih tinggi dari angka yang diusulkan pun lebih rendah. Namun dia memastikan UMK Pacitan naik dari tahun 2022 ini. ‘’Kalau secara teknis pasti naik, karena UMK wajib diatas UMP, sedang UMP sudah ditetapkan Rp 2.040 juta namun kalau besarannya kita masih menunggu, rencananya di tetapkan tanggal  7 Desember nanti,’’ pungkasnya.  (not)

Rabu, 14 September 2022

Miniatur Truk Dari Bahan Bekas, Laku ke Berbagai Daerah

Miniatur Truk Dari Bahan Bekas, Laku ke Berbagai Daerah


KEBONAGUNG – lensapacitan.com, Dengan telaten, Mujiono 60 tahun, Warga Dusun Gawang Desa Ketro, Kecamatan Kebonagung membuat kerajinan diantaranya, miniatur truk dan mainan edukasi untuk anak taman kanak-kanak.

Pria yang juga berprofesi sebagai supranatural ini mulai usaha sejak 2016, dan memiliki keahlian dalam membuat berbagai macam kerajinan. Kepiawaiannya itu bermula ketika Mbah Semar sapaan akrabnya melihat video dari youtube. Dan mulai membuat miniatur truk dari kayu dan tripek bekas bangunan rumahnya.


“saya awalnya coba-coba membuat  dan saya pajang dirumah serta posting di  sosial media ternyata banyak yang tertarik untuk dibuatkan,” kata Mujiono saat ditemui (20/08/2022).

Disela-sela waktu luang melayani pasien pijat, Mbah semar dibantu oleh istrinya membuat berbagai kerajinan. Butuh ketelatenan untuk membuat miniature truk. Mula-mula bahan triplek dan kayu bekas dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Dan membuat pola kepala truk, bodi hingga bak truk. Proses tersebut ia lakukan secara manual. Setelah itu satu-persatu komponen itu dicat baru kemudian dirakit.

“Proses terakhir yaitu mengecat ,setelah cat dasar kering kemudian dicat lagi untuk menyesuaikan warna yang diinginkan," jelasnya.

Karya buatannya ini  ternyata tak hanya diminati oleh warga local Pacitan saja, pembeli dari berbagai daerah seperti Solo, Jogjakarta dan Surabaya pun pernah membeli kerajinan buatannya, lantaran ia rajin mengunggahnya ke media sosial.


Sedangkan harganya tergantung dari besar kecilnya miniature, mulai dari harga Rp 50 ribu hingga satu juta rupiah. (PKL/ Ferdina Wahyuningtyas)

 

Selasa, 13 September 2022

Raup Cuan Dari Gurihnya Kripik Singkong Aneka Rasa

Raup Cuan Dari Gurihnya Kripik Singkong Aneka Rasa


TULAKAN – lensapacitan.com, Banyaknya potensi hasil pertanian di wilayahnya, membuat ibu rumah tangga di Kecamatan Tulakan ini meraup cuan dari hasil produksi dan penjualan keripik singkong. Adalah Sarmini (43) Wanita asal Dusun Salak, Desa Jatigunung, Kecamatan Tulakan, Pacitan ini berhasil mengolah singkong menjadi keripik beraneka rasa.

Awalnya ia mendapatkan bahan baku singkong dari hasil panennya sendiri. Semakin banyaknya pesanan Sarmini kemudian membeli singkong dari tetangga dan pasar tradisonal didekat rumahnya. Suaminya Sujari yang bertugas mencari bahan baku, memanen dari kebun.

“kebetulan di kebun masih ada singkong, kadang ditawari tetangga, kalau gak sempat memanen ya beli ke Pasar,” terang Sarmini saat ditemui dirumahnya (21/8/22).

Proses pembuatannya pun lanjut Sarmini cukup mudah,  Singkong terlebih dahulu dikupas untuk menghilangkan kulit luarnya, kemudian dicuci bersih, dan diiris tipis menggunakan pasah dan direndam dengan air garam setelah itu digoreng. Keriping singkong yang renyah itu kemudian dibumbui dengan bumbu tabur, diantaranya manis, pedas, dan balado.

Keripik singkong buatannya ini dijual dengan harga yang relative murah. Untuk kemasan plastik kecil dihargai Rp2000 sedangkan yang ukuran besar dujual dengan harga Rp5000 berbungkus. Sebelum  membuat keripik singkong, Sarmini juga memproduksi keripik ubi ungu dan ubi talas, Tak hanya itu jika menerima pesanan peyek Sarmini pun tak segan menerimanya.

“Saya memproduksi Kripik singkong ini belum lama, sekitar 2 Bulan yang lalu,” jelasnya sambil menggoreng keripik singkong.

Dari penjualan hasil olahannya ini, Sarmini mendapatkan omset hingga Rp300.000 bahkan lebih, jika mendapatkan pesanan. Belakangan ibu tiga anak ini rajin mempromosikan produknya lewat jejaring media sosial.



“saya update di status Wa (WhatsApp) , kadang saya titipkan penjual di sekolahan dekat rumah, dan juga teman–teman saya suka pesan untuk acara seperti arisan maupun syukuran “pungkasnya. (PKL/Devina)

Kasemi, Perajin Kasur Kapuk Yang Bertahan ditengah Gempuran Produk Modern

Kasemi, Perajin Kasur Kapuk Yang Bertahan ditengah Gempuran Produk Modern

 


KEBONAGUNG,  lensapacitan.com – Dibelakang meja mesin jahitnya, Kasemi 68 tahun, warga Desa Wonogondo, Kecamatan Kebonagung ini sibuk menjahit kain kasur.  Kain tersebut digunakan untuk wadah gulungan kapuk kering dari buah pohon randu.

Wanita kelahiran 1954 ini  masih bertahan menjalankan usaha membuat kasur dari kapuk randu. Padahal saat era modern  sudah banyak warga meninggalkan kasur kapuk randu dan beralih ke spons maupun springbed.

Kasemi mengaku mulai menekuni usaha ini sejak 29 tahun silam. Waktu muda dirinya mengikuti kursus menjahit. Bukan menjahit baju atau busana, melainkan berlatih membuat kasur, guling hingga bantal.

“saya dulu kursus menjahit, setelah lulus kemudian mencoba membuat usaha sendiri,” jelasnya saat ditemui dirumahnya (20/8/2022).

Tak hanya tergerus jaman, kendala yang dihadapinya adalah minimnya stok kapuk randu yang ada di pasaran, sehingga harus mencari atau memesan kepada petani yang memiliki pohon randu.  Jika musim panen, ibu lima anak ini memilih membeli bahan sebanyak-banyaknya.

“kalau pas pesanan banyak, kadang kehabisan bahan baku, jadi kalau pas musim panen, saya stok banyak,” katanya.



Harga kapuk yang belum diolah ia beli seharga  Rp7000 rupiah perkilogramnya. Bahan kapuk itu kemudian dibersihkan dan dikeringkan hingga siap dimasukkan kedalam sarung kasur, bantau maupun guling.

Untuk membuat kain kasurnya pun tahapannya cukup rumit. Yakni dari kain, lalu dicuki atau dijahit untuk mengatur ketebalan dan tonjolan-tonjolannya sehingga nyaman untuk dipakai. Setelah proses menyuki selesai, lalu diisi kapuk randu.


Harga jual kapuk tergantung ukuran, mulai dari Rp 250 ribu rupiah hingga Rp 500 ribu rupiah. Sedangkan untuk penjualannya, kasemi tak kesulitan, lantaran pelanggan  dating langsung untuk membeli kasur buatannya. Bahkan dia kuwalahan memenuhi permintaan pembeli. Tak hanya membuat kasur, kasemi juga melayani perbaikan kasur lama. (PKL/ Catarina Gayatri)

Selasa, 08 Maret 2022

Dorong Peningkatan Kualitas Pengelolaan APBN, KPPN Pacitan Gelar Sosialisasi Penilaian IKPA

Dorong Peningkatan Kualitas Pengelolaan APBN, KPPN Pacitan Gelar Sosialisasi Penilaian IKPA

PACITAN, lensapacitan.com - KPPN Pacitan menggelar Sosialisasi Kebijakan Penilaian indikator Kinerja Pengelola Anggaran (IKPA) 2022 dan pembangunan zona integritas menuju wilayah Birokrasi Bersih dan melayani (WBBM).

Kegiatan yang digelar di Aula KPPN Pacitan pada Selasa (8/3/2022) diikuti oleh 15 satuan kerja dilingkup kerja Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pacitan.

Ana Sariasih, Kepala KPPN Pacitan dalam sambutannya mengatakan IKPA merupakan suatu alat untuk menilai bagaimana kinerja masing-masing satker dalam mengelola dana APBN. Dan ada beberapa perubahan indikator penilaian pada tahun 2022 ini.

“Penilaian IKPA terdiri atas 13 indikator yang dinilai berdasarkan suatu formula tertentu. dan pada tahun 2022 ini ada perubahan menjadi 3 aspek dan 8 indikator. Yang lebih fokus pada bagaimana pencapaian dan hasil outputnya, " katanya.

Dari setiap indikator tersebut lanjut Ana dapat terlihat apakah satker telah mengelola anggaran secara berkualitas, baik dari segi kesesuaian antara perencanaan dengan pelaksanaan. Ana mendorong KPA meningkatkan pengelolaan anggaran negara untuk kesejahteraan masyarakat.

"Jadi harapannya dengan indikator yang sekarang, penyerapan APBN lebih bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat," lanjutnya.


Ginanjar Rizki Wijaya, Pejabat Fungsional KPPN Pacitan menjelaskan,  Beberapa perubahan kebijakan penilaian adalah pada penyerapan, dimana masing-masing satker persentase penyerapannya berbeda. Sesuai dengan kebutuhan satker perjenis belanja.

"Kalau tahun lalu target penyerapan anggaran satker adalah sama namun kali ini berbeda. Jadi penyerapan satker akan disesuaikan dengan kebutuhan perjenis belanja. Belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal berapa, itu tidak sama antara satker satu dengan satker lainnya, " jelasnya

Capaian output menjadi salah satu topik yang menarik dalam sosialisasi kali ini. Lebih jauh Ginanjar menjelaskan capaian output menjadi bukti nyata apa yang dihasilkan satker dari dana APBN. Apa yang sudah dibelanjakan atau direalisasikan harus selaras dengan penyerapan.

"Di Tahun ini capaian output adalah  25 persen dari total 100 persen, dimana tidak lagi tidak hanya fokus pada outputnya saja namun juga outcome, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat dan UMKM melalui belanja barangnya," pungkasnya

Sebagai upaya menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan melayani (WBBM). KPPN Pacitan terus melakukan upaya dan inovasi diantaranya kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Pacitan membuat program (Bis Aneka) Bincang Spirit bersama Ana Sariasih dan kawan. Yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan keuangan negara, maupun program pemerintah.

Tak hanya itu untuk peningkatan layanan publik lebih cepat lebih aman dan mudah terjangkau, salah satu inovasi KPPN Pacitan adalah menggunakan aplikasi box99.

"Ini untuk penyampaian informasi kami kepada satker, dan Oleh karena itu, KPPN Pacitan meminta dukungan dari berbagai pihak untuk mencapai WBBM ini dan kami mendorong untuk mewujudkan pelayanan publik yang bebas korupsi, bersih sehingga pelayanan kepada masyarakat menjadi prima," pungkas Ana Sariasih. (not)

Selasa, 01 Maret 2022

Kedelai Mahal, Pengusaha Tahu Pacitan Naikkan Harga

Kedelai Mahal, Pengusaha Tahu Pacitan Naikkan Harga

PACITAN - lensapacitan.com, Pengusaha tahu di Kabupaten Pacitan, Jawa timur menaikkan harga tahu menyusul harga kedelai yang  semakin mahal dan imbas PPKM, guna menekan kerugian yang semakin besar.

"Dampaknya sulit untuk menambah laba, labanya jelas berkurang, jadi ya terpaksa harganya naik harga per papannya, " kata Ismi Wulan Safitri salah seorang pengusaha tahu Rabu (2/3/2022).

Kondisi ini membuat UMKM seperti dirinya harus memutar otak agar biaya produksi tidak mengalami kerugian terus. Untuk mempertahankan produksi, dia menaikkan harga tahu per papan, dari sebelumnya Rp 24.000 per papan dinaikkan menjadi Rp 26.000  per papan.

"Saat ini masih 24 ribu, nanti tanggal 5 maret mulai 26 ribu, dan belum tahu juga nanti dampaknya," lanjutnya


Ia pun mengaku tidak berani mengurangi kualitas bahan baku, sebab akan mengurangi hasil produksinya. Ia juga tetap mempertahankan para pekerja. Walaupun saat ini tidak seramai sebelum pandemi Covid-19, para pengusaha juga tetap masuk.

"Kami tidak berani untuk pengurangan bahan baku, karena akan mengurangi kualitas produksi. Supaya tahunya tetap sama ukuran dan kualitasnya," Jelasnya lagi.

Hampir dua bulan, harga kedelai Rp 11.000 per kilogram, bahkan saat ini harganya mencapai  Rp 11.600 rupiah per kilogram. Padahal sebelumnya hanya Rp 9.500 per kilogram. Ia pun berharap pemerintah segera mencari solusi agar kedelai impor kembali stabil.

"Harapannya harga kedelai bisa turun lagi, biar semua. produksi lancar pembeli tidak susah," pungkasnya (not) 

Rabu, 23 Februari 2022

Kedelai Mahal, Pengusaha Tahu merugi

Kedelai Mahal, Pengusaha Tahu merugi

ARJOSARI- lensapacitan.com , Pengusaha tahu di Pacitan, Jawa Timur dipusingkan dengan makin mahalnya harga kedelai impor, dalam satu bulan terakhir  harga kedelai terus menagalamai kenaikan hingga tembus Rp11.400 per kilogram.

Harga kedelai terus mengalami kenaikan dari semula Rp.9000 terus naik menjadi Rp.10.000 tidak lama naik lagi hingga tembus Rp.11.400 perkilogramnya. Akibat kondisi ini, para pengrajin tidak mampu berbuat banyak dan mengaku hanya bisa pasrah, sebab keuntungan yang didapat menurun dari biasanya.

 "Kalau harga kedelai tinggi begini saya mau menaikan harga, saya memikirkan masyarakat bawah," kata Sudarto, pengusaha tahu Di Desa/Kecamatan Arjosari. 

Kondisi saat ini memang dirasakan sulit bagi Sunarto. Memang hingga saat ini pabrik tahu di Kecamatan Arjosari itu masih tetap beroperasi. Ukuran produk yang dihasilkan pun tidak dikurangi. Demikian pula harga jual belum berubah. Pemilik tahu Semo sendiri lebih mempertimbangkan alasan kemanusiaan jika harus menaikkan harga. Di sisi lain, jika kondisi seperti ini terus berlanjut keberlangsungan usahanya tentu dipertaruhkan.

"Apakah kalau (Harga jual) saya naikkan apakah masyarakat bawah itu bisa menjangkau membeli,” katanya. 

Di tengah kegalauan, Sudarto menyerahkan penyelesaian masalah lonjakan harga kedelai kepada lembaga terkait. Dirinya yakin pemerintah memiliki solusi untuk menstabilkan harga kedelai."Saya pasrahkan kepada pemerintah untuk  menstabilkan harga kedelai. Biar produksi bisa berjalan terus dan masyarakat tetap bisa mengonsumsi," ucap Sudarto.

Sudarto belum berencana menaikkan harga jual tahu.  ia  menyebut hal itu sangat tergantung perkembangan yang terjadi. Jika lonjakan harga menembus Rp 15 ribu per kilogram kemungkinan harga jual juga mengikuti."Ya kita adakan pertemuan dengan paguyuban pengusaha pabrik tahu se Pacitan untuk mencari solusi terbaik," kata pengusaha yang dibantu 15 karyawan tersebut.

Sementara Misni, (38) pengusaha tempe asal Kecamatan, Tulakan, juga mengeluhkan harga kedelai yang terus melambung. Ia memilih mengurangi intesitas produksinya. Yang biasanya setiap hari, kini hanya produksi empat kali dalam seminggu.” saya lebih memilih mengurangi produksi seminggu empat kali, daripada terus merugi karena ongkos produksi mahal,”tutupnya. (not)

Kamis, 10 Februari 2022

Minyak Goreng Semakin Langka di Pasaran

Minyak Goreng Semakin Langka di Pasaran

PACITAN - lensapacitan.com, Keberadaan minyak goreng (migor) seperti hantu. Dipasaran kebutuhan pokok itu menghilang dari peredaraan. Kalaupun ada harganya mahal, beberapa ribu diatas harga tertinggi yang dipatok pemerintah. Membuat para pembeli hingga pedagang kelimpungan. 

Joko Purnowo salah seorang pedagang pasar Arjowinangun mengatakan, stok migor di kiosnya terbatas. Pun, hanya merk-merk tertentu yang masih tersisa. Itupun bukan produk terkenal yang ramai dibeli warga. Sebaliknya, barang dagang berlabel populer tak lagi mampu dijumpainya, termasuk kiriman dari distributor yang ikut macet. Kemarin ada kiriman minyak goreng dari distributor, tapi cuman dua karton itupun harus dibagi satu pasar, ungkap Joko

Kondisi tersebut, lanjut Joko membuat dirinya kebingungan. Ditengah desakan menurunkan harga eceran tertinggi (HET) minyak, keberadaannya justru alami kelangkaan. Pun mau tak mau, dia mesti menjual sesuai harga barang serta kebutuhan. Meskipun, seiring kenaikan pasar, komplain dari pembeli saban hari diterimanya. Kalau harus jual empat belas (ribu, Red) per liternya sulit, karena kita belinya diatas itu, apalagi stoknya gak ada, terang pria yang puluhan tahun berjualan tersebut

Joko berharap, ada penambahan stok minyak dari pemerintah. Pun, jikalau tak mampu dia berharap adanya pencabutan subsidi HET itu. Minimal, cara tersebut diharapnya bakal menormalkan pasar migor ditingkat bawah. Ketimbang, geliat subsidi justru membuat stok menipis serta mendongkrak harga minyak. Kalaupun disubsidi, gak perlu sebenarnya sampai 5 ribuan itu, dua ribu saja saya kira sudah banyak, tambahnya 

Suminah salah seorang pembeli menambahkan, terpaksa membeli minyak goreng di pasar. Meski harga lebih mahal ketimbang stok di minimarket  namun stoknya masih mudah dijumpai. Maklum, beberapa kali bolak-balik toko retail dia tak mendapati minyak Rp 14 ribu yang konon dijual. Terpaksa beli mahal, daripada nunggu yang murah gak ada, sementara di rumah harus terus goreng-goreng, keluhnya. (not)

Medianed Indonesia

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done