Medianed Indonesia: Pariwisata
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Oktober 2026

Pendapatan Pacitan 2027 Dipatok Rp 1,538 Triliun, Belanja Daerah Lebih Besar

Pendapatan Pacitan 2027 Dipatok Rp 1,538 Triliun, Belanja Daerah Lebih Besar


PACITAN – Pemerintah Kabupaten Pacitan memproyeksikan pendapatan daerah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 mencapai Rp 1,538 triliun. Namun, rencana belanja daerah dipatok lebih tinggi, yakni Rp 1,548 triliun.

Gambaran keuangan tersebut disampaikan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dalam rapat paripurna penyampaian Nota Keuangan atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Tahun Anggaran 2027 di gedung DPRD Pacitan.

Berdasarkan rancangan yang disampaikan, pendapatan daerah terdiri atas Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 262,17 miliar dan pendapatan transfer sebesar Rp 1,276 triliun.

Besarnya porsi pendapatan transfer menunjukkan bahwa keuangan Kabupaten Pacitan masih sangat bergantung pada dukungan dana dari pemerintah pusat maupun sumber transfer lainnya sesuai ketentuan.

Sementara itu, belanja daerah direncanakan mencapai Rp 1,548 triliun. Anggaran tersebut terdiri atas belanja operasi sebesar Rp 1,164 triliun, belanja modal Rp 137,76 miliar, belanja tidak terduga Rp 6 miliar, serta belanja transfer Rp 240,57 miliar.

Belanja operasi menjadi komponen terbesar dalam rancangan anggaran tersebut. Adapun belanja modal dialokasikan untuk kebutuhan pengeluaran yang berkaitan dengan pembentukan aset daerah sesuai peruntukannya.

Jika dibandingkan dengan proyeksi pendapatan, rencana belanja daerah memiliki selisih sekitar Rp 9,46 miliar lebih tinggi. Selisih tersebut menjadi bagian yang harus disesuaikan dalam perencanaan pembiayaan APBD 2027.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji menjelaskan, penyusunan rancangan anggaran juga mempertimbangkan informasi terbaru mengenai alokasi Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Informasi tersebut diterima melalui surat Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor S-95/MK/2026 tertanggal 29 September 2026.

Menurut Indrata, penyesuaian struktur APBD diperlukan agar perencanaan pendapatan, belanja, dan pembiayaan daerah mencerminkan kondisi fiskal terkini.

Raperda APBD 2027 telah disusun berdasarkan kesepakatan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) antara Pemkab Pacitan dan DPRD pada 12 Agustus 2026.

Pemkab Pacitan selanjutnya berharap pembahasan bersama legislatif dapat berjalan secara profesional, konstruktif, transparan, dan akuntabel.

Melalui pembahasan tersebut, rancangan anggaran diharapkan dapat diselaraskan dengan kemampuan keuangan daerah sekaligus mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik pada 2027.

Menyusuri Pesona Pacitan dari Perut Bumi hingga Puncak Bukit

Menyusuri Pesona Pacitan dari Perut Bumi hingga Puncak Bukit


PACITAN – Kabupaten Pacitan menyimpan kekayaan alam yang menawarkan pengalaman wisata beragam. Selain dikenal dengan garis pantainya yang memikat, daerah di pesisir selatan Jawa Timur ini juga memiliki gua alami, sungai dengan lanskap hijau, serta perbukitan yang menyuguhkan panorama dari ketinggian.

Keunikan tersebut menjadikan Pacitan menarik untuk dijelajahi lebih jauh. Wisatawan dapat menikmati perjalanan yang tidak hanya menyuguhkan pemandangan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan geologi dan sejarah daerah.

Petualangan dapat dimulai dari Goa Gong di Desa Bomo, Kecamatan Punung. Gua ini menjadi salah satu destinasi unggulan Pacitan berkat keindahan formasi batuan di dalamnya.

Stalaktit dan stalagmit yang menghiasi lorong gua membentuk lanskap alami yang memikat. Nama Goa Gong sendiri berkaitan dengan keberadaan batu yang ketika dipukul dapat menghasilkan suara menyerupai bunyi gong.

Keindahan bawah tanah tersebut memperlihatkan proses alam yang berlangsung selama ribuan hingga jutaan tahun. Bagi wisatawan, kunjungan ke Goa Gong menjadi kesempatan untuk mengenal kekayaan geologi sekaligus menikmati pengalaman menjelajahi ruang alami di bawah permukaan tanah.

Perjalanan dapat dilanjutkan ke Goa Tabuhan yang juga berada di Kecamatan Punung. Gua ini memiliki karakter unik karena beberapa formasi batunya dapat menghasilkan bunyi menyerupai instrumen musik ketika diketuk.

Keunikan itu menjadikan Goa Tabuhan bukan sekadar tempat untuk menikmati ornamen batuan, melainkan juga destinasi yang menawarkan pengalaman akustik alami.

Dari wisata bawah tanah, perjalanan dapat beralih ke Sungai Maron. Aliran sungai yang dikelilingi pepohonan hijau menghadirkan suasana berbeda. Wisatawan bisa menikmati pemandangan sepanjang sungai melalui aktivitas susur sungai menggunakan perahu.

Perpaduan air dan vegetasi di sepanjang tepian memberikan kesan sejuk. Aktivitas ini dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin menikmati alam dengan suasana lebih santai.

Setelah menjelajahi kawasan sungai, wisatawan bisa mengarahkan perjalanan menuju Sentono Gentong. Berada di kawasan perbukitan, destinasi ini menawarkan pemandangan Teluk Pacitan dan bentang alam di sekitarnya.

Dari ketinggian, hamparan permukiman dan perbukitan terlihat berpadu membentuk lanskap yang khas. Tempat ini menjadi salah satu alternatif untuk menikmati panorama Pacitan tanpa harus berada di kawasan pesisir.

Bagi pengunjung yang ingin menambah pengalaman wisata edukasi, Museum Song Terus di Kecamatan Punung juga layak dipertimbangkan. Museum ini berkaitan dengan situs arkeologi Song Terus yang menyimpan informasi mengenai kehidupan manusia pada masa prasejarah.

Keberadaan museum tersebut menambah dimensi wisata Pacitan. Perjalanan tidak hanya berkaitan dengan keindahan alam, tetapi juga kesempatan memahami jejak kehidupan manusia pada masa lampau.

Rangkaian destinasi tersebut menunjukkan bahwa Pacitan mempunyai potensi wisata yang saling melengkapi. Gua menghadirkan keunikan geologi, sungai menawarkan rekreasi alam, perbukitan menyuguhkan panorama, sedangkan museum memberikan wawasan sejarah.

Keberagaman itu bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi Pacitan secara lebih menyeluruh. Dengan mengatur rute dan waktu kunjungan, sejumlah destinasi dapat dimasukkan ke dalam agenda perjalanan sesuai durasi liburan.

Pacitan pun menawarkan lebih dari sekadar keindahan pantai. Kekayaan alam dan sejarah yang dimiliki daerah ini memberikan alasan bagi wisatawan untuk tinggal lebih lama dan menjelajahi berbagai sudutnya.

Sabtu, 24 Juni 2023

Ribuan Peserta Ikuti Menggambar Bareng SBY di Pancer Door

Ribuan Peserta Ikuti Menggambar Bareng SBY di Pancer Door

 

Pacitan Menggambar Masa depan

PACITAN - lensapacitan.com, Mengulang sukses tahun lalu, Pacitan Menggambar bersama SBY tahun ini kembali digelar. Masih ditempat yang sama yakni Pantai Pancer Door Pacitan, aksi menggambar massal dihadiri langsung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


Tiba di lokasi menggambar sekitar jam 08.00 Wib, SBY yang datang bersama putra bungsu Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) didampingi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Forkopimda langsung menyapa peserta yang sudah menunggu. Setelah menyiapkan segala peralatan, SBY memulai menggambar langsung diikuti oleh ribuan peserta. Kali ini SBY kembali menggambar salah satu view pantai Pancer Door. Obyek wisata nan indah untuk rekreasi. 


Tak hanya pelajar lokal, menggambar masa depan Pacitan diikuti para seniman luar daerah. Salah satunya Rafi Kurniawan dari Institut Seni Indonesia Surakarta. Dia bersama sejumlah rekannya sengaja mengikuti kegiatan ini karena tertarik dengan keindahan alam di Kabupaten Pacitan. 


“Iya ini untuk pertama kalinya (melukis) bersama Pak SBY. Pantai di Pacitan ini indah, pasir putih bersih, batu karangnya indah menarik untuk diabadikan melalui lukisan,” kata Rafi yang menggambar Pantai Klayar Pacitan. 


Mayoritas peserta Pacitan menggambar masa depan merupakan para pelajar setingkat sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). 


"Alhamdulillah pesertanya banyak mulai dari TK, SD, SMP, SMA termasuk dari umum. Insya Allah kalau keseniannya tumbuh baik negeri ini akan damai", kata Mas Aji,

Pacitan Menggambar


Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas terselenggaranya Pacitan Menggambar Masa Depan bersama SBY. Menurutnya kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan rutin untuk meningkatkan minat kunjungan ke daerah berjuluk kota 1001 goa. 


“Untuk (even) yang kedua peserta dua kali lipat dari tahun lalu, mudah-mudahan bisa digelar tiap tahun sebagai ruang ekspresi, mengasah bakat seni menggambar anak-anak Pacitan. Selain menggambar juga berekreasi menikmati keindahan wisata Pacitan,” katanya


Tidak hanya memiliki kesempatan menggambar bersama SBY, panitia juga membagikan berbagai doorprize dari Anggota DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). Mulai dari laptop, Tablet, hingga sepeda listrik. Bahkan, bagi peserta yang beruntung bisa memintakan tanda tangan hasil gambarnya langsung kepada SBY.


Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Fakultas Seni Rupa dan Desain antara Institut Seni (ISI) Surakarta dengan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga kabupaten Pacitan tentang pelaksanaan kegiatan Pacitan menggambar 2 serta MoU Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi program merdeka belajar kampus.

Senin, 29 Mei 2023

Upacara Adat Ceprotan Tradisi Yang Mampu Angkat Ekonomi

Upacara Adat Ceprotan Tradisi Yang Mampu Angkat Ekonomi

 


Berangkat dari tradisi turun temurun, upacara adat Ceprotan Desa Sekar, Kecamatan Donorojo kini berkembang semakin baik. Tidak hanya sekedar berhenti pada ritual tradisi, namun upacara adat yang telah menjadi agenda tahunan tersebut juga mampu mengangkat perekonomian masyarakat. 


"Kalau saya amati Ceprotan ini tidak berhenti pada tradisinya, tapi juga berkembang ke perekonomian," kata Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, saat menyaksikan upacara adat Ceprotan, Senin (29/05/2023).


Bangkitnya perekonomian masyarakat efek dari acara bersih desa tersebut nyata terlihat. Tidak sedikit UMKM serta pelaku ekonomi yang hadir untuk mendulang rupiah dari event tersebut. Pemerintah Desa Sekar sendiri menggelar Pentas Budaya selama 3 hari berturut-turut. 


"Tradisi ini sangat luar biasa, ini tradisi yang sudah lama berlangsung. Saya sangat mengapresiasi betul atas istoqomahnya perangkat desa dan masyarakat," imbuh Mas Aji.


Mas aji berharap Ceprotan bisa semakin terkenal lagi sehingga bisa semakin menasional. Tradisi Ceprotan sendiri telah menjadi agenda tahunan. Tepatnya, saat ritual bersih desa. Yakni, tiap hari Senin Kliwon, bulan Longkang dalam kalender Jawa. 


Upacara adat Ceprotan menampilkan dua kelompok pemuda yang saling lempar buah kelapa muda jenis cengkir yang telah direndam selama beberapa hari. Tradisi Ceprotan sudah ada turun temurun terutama menyangkut tokoh Kaki Godhek orang pertama yang babat alas Desa Sekar. (Pemkab Pacitan)

Selasa, 06 Desember 2022

Genting gasebo Goa Gong runtuh Timpa Wisatawan

Genting gasebo Goa Gong runtuh Timpa Wisatawan


PUNUNG - lensapacitan.com Mewahnya julukan Pacitan sebagai kabuapten Paradise of Java tak sebading akan sarana prasarana (sarpras) mereka. Minggu (4/12) lalu misalnya, seorang wisatawan asal Jawa Tengah, viral terekam kamera tengah kesakitan usai tertiban genting gazibo di Goa Gong, Bomo, Punung. Video berdurasi 50 detik itu kini jadi gunjingan dijagat maya.

Kepala Bidang SDM dan Promosi Pariwisata Disparbudpora Pacitan, Rakhmad Adi Mandego mengamini viralnya video tersebut. Menurutnya, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Minggu (4/12). Kala itu, rombongan wisata dari Jawa Tengah hendak kembali ke bus usai menikmati keindahan goa andalan Pacitan itu. Sayangnya, setibanya di lokasi tiba-tiba genting gazibo lokasi tersebut jatuh pun menimpa salah seorang pengunjung. ‘’Terkena punggung bukan kepala, sempat kita tawari untuk dibawa ke puskemas tapi ditolak dan memilih melanjutkan perjalanan,’’ jelas Ego.

Dia memastikan, kondisi pria yang tak diketahui identitasnya itu tak alami luka berarti. Pun, kemarin  (5/12) genting-genting kawasan tersebut telah diganti anyar antsipasi kejadian serupa. Termasuk memantau dan mendata sejumlah gazibo yang dirasa butuh perhatian. ‘’Atap gazibo itu beberapa hari yang lalu sempat tertimpa pohon beringin tapi sudah dibersihkan, dan sayangnya kemarin gentingnya jatuh,’’ paparnya.

Ego berharap kejadian tersebut tak menyurutnya animo wisatawan berkunjung ke Pacitan. Pun pihaknya berjanji antisipasi kejadian serupa telah dilakoni Disbudparpora di sejumlah objek wisata. ‘’Kita terus berbenah demi kenyamanan wisatawan yang berkunjung ke Pacitan,’’ pungkasnya.    

Minggu, 28 November 2021

Rumah Zakat Launching Watu Mejo Mangrove Park di Pacitan

Rumah Zakat Launching Watu Mejo Mangrove Park di Pacitan


PACITAN - lensapacitan.com, Obyek wisata baru di Pacitan,  resmi dibuka hari ini (28/11/2021). Wisata tersebut adalah Watu Mejo Mangrove Park, di Dusun Kiteran, Desa Kembang, Pacitan.

Launching ditandai dengan pemotongan pita di area dermaga perahu wisata dusun kiteran. Pemotongan pita secara simbolis dilakukan oleh Sekertaris Utama Badan Penanggulangan Bencana Nasional, Kepala BNPB Provinsi Jawa Timur, Ceo Rumah Zakat dan Bupati Pacitan.

Setelah pemotongan pita, rombongan kemudian melakukan wisata susur sungai menggunakan perahu. Butuh waktu sekitar 15 menit hingga sampai di dermaga Wisata konservasi mangrove di sungai Pancer.

Ceo Rumah Zakat Action, Nur Efendi berharap wisata ini sebagai dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu keberadaan pacitan di daerah pesisir, mangrove menjadi tameng jika terjadi terjangan  ombak besar maupun Tsunami.

"Ini pelibatan masyarakat tahun 2022 nanti kita akan kembangkan dari segi infrastruktur bekerjasama dengan stakeholder dan pemerintah daerah, termasuk menumbuhkan ekonomi masyarakat desa dengan produk UMKM," ungkapnya.

Rencananya sebagian hasil retribusi tiket menuju obyek wisata akan digunakan untuk pembibitan dan penanaman mangrove pun mendapat apresiasi dari bupati Pacitan, ia menilai langkah yang dilakukan pengelola sangat bagus. Karena tidak hanya menikmati wisata, pengunjung juga ikut andil dalam melestarikan alam.

"Ini ide cemerlang, kepedulian dari Rumah Zakat dan UGM mereka sudah merancang bangunan untuk wisatawan disini, " Kata Indrata Nur Bayuaji, Bupati Pacitan. (not) 

Kamis, 09 September 2021

Desain Watu Mejo Mangrove Park, Rumah Zakat Kolaborasi Dengan UGM

Desain Watu Mejo Mangrove Park, Rumah Zakat Kolaborasi Dengan UGM


PACITAN - lensapacitan.com, Pembangunan konservasi mangrove di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan terus dikebut. Setelah sebelumnya membangun posko pantau, rabat jalan dan jembatan apung serta tempat sandar perahu, kini komunitas jangkar segoro kidul tengah membuat gazebo lokasi konservasi, bahkan untuk menambah keindahan, sejumlah area spot selfie dibuat untuk memanjakan pengunjung wisata. 

Pembangunan gazebo sebagai rest area pengunjung ini akan difungsikan juga sebagai tempat edukasi mangrove dan  meeting room serta galery home industri berbahan dasar mangrove. Kapasitasnya bisa menampung sekitar 60 orang, bahkan fasilitas MCK dan mushola juga disediakan di tempat ini. 

Untuk urusan desain, Rumah zakat ini berkolaborasi dengan desainer asal Universitas Gajah Mada Yogyakarta. Ini dilakukan agar kedepan pembangunan desa wisata konservasi mangrove ini lebih menarik.  

Watumejo Mangrove Park menjadi nama obyek wisata edukasi yang ada di muara sungai Pancer door ini. 

"Ini merupakan terobosan inovasi yang kita gagas bersama Rumah Zakat Action dibantu design layout dan gambar rancang bangun oleh Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang kita namai Watumejo Mangrove Park" ungkap Slamet ketua Kelompok Tani Mangrove Jangkar Segoro Kidul (isw/not)

Senin, 06 September 2021

Ini Cara Rumah Zakat Berdayakan Warga Bangun Obyek Wisata Konservasi Mangrove

Ini Cara Rumah Zakat Berdayakan Warga Bangun Obyek Wisata Konservasi Mangrove


PACITAN - lensapacitan.com, Berada di wilayah pesisir, Desa Kembang, Kecamatan Pacitan terus berupaya mewujudkan desa tangguh pesisir. Mereka yang menamainya komunitas Jangkar Segoro Kidul ini didampingi oleh Rumah Zakat untuk melestarikan mangrove di Desa Berdaya Kembang.

Komunitas yang telah berbadan hukum Kemenkumham sejak setahun yang lalu tersebut merupakan motor penggerak bergeliatnya kegiatan konservasi mangrove di wilayah tersebut. Mereka yang berjumlah 25 anggota ini mendirikan basecamp di Dusun Kiteran, Desa Kembang.

"Kami mendirikan basecamp sebagai tempat diskusi dan musyawarah dalam mengembangkan wisata konservasi mangrove sekaligus mitigasi bencana," jelas Indar Siswoyo Relawan Inspirasi Rumah Zakat.

Selain berorientasi pada menjaga kelestarian alam penanaman mangrove itu juga untuk menjaga pantai dari abrasi air laut pasang sekaligus berfungsi sebagai greenbelt penahan dan pemecah gelombang besar di wilayah pesisir pantai selatan, serta menjaga biota air disekitar area mangrove.



Model pemberdayaan yang diterapkan Rumah Zakat dengan mendampingi proses kegiatan kelompok mulai dari perencanaan kegiatan, administrasi, kolaborasi dengan stakeholder, pembangunan infrastruktur penunjang serta evaluasi kegiatan. Semua dilakukan dengan metode partisipasi tidak jarang diskusi dilakukan di pinggir kali lokasi start untuk trip wisata perahu.

"Kami merasa sangat bersyukur atas apa yang telah dilakukan Rumah Zakat mendampingi kami mewujudkan mimpi-mimpi kami," tutur Slamet, Ketua Kelompok.

Slamet berharap hasilnya nanti juga akan berdampak pada sektor perekonomian. Yaitu dengan memanfaatkan area konservasi mangrove sebagai tempat wisata konservatif dengan mengangkat kearifan lokal berupa wisata perahu memanfaatkan perahu milik nelayan setempat.

"Jadi tidak hanya kami yang mendapatkan manfaat, warga dan nelayan kami juga bisa terangkat ekonominya dengan penyewaan perahu kepada wisatawan, "pungkasnya (isw/not)

Rumah Zakat Canangkan Rambu Penunjuk Arah Evakuasi, Titik Kumpul Dan Peta Jalur Evakuasi Tsunami

Rumah Zakat Canangkan Rambu Penunjuk Arah Evakuasi, Titik Kumpul Dan Peta Jalur Evakuasi Tsunami


PACITAN - lensapacitan.com, Sebagai upaya dalam memberikan edukasi terhadap masayarakat yang berdomisili di zona merah bencana tsunami salah satunya di Desber Kembang Kecamatan Pacitan Kabupaten Pacitan Rumah Zakat Action mengupayakan adanya rambu penunjuk arah jalur evakuasi dan titik kumpul serta peta jalur evakuasi.

Pemasangan 12 paket rambu penujuk arah jalur evakuasi dan titik kumpul ini rencananya akan dipasang di 5 Dusun wilayah Desa Kembang dan 2 lokasi titik kumpul. 

Sedangkan peta jalur evakuasi rencananya akan dipasang di 5 titik lokasi strategis di wilayah Desa Kembang untuk peta berukuran 1.5m x 2m rangka besi. Selain itu di masing masing rumah warga sejumlah 675 dan 25 fasum akan dipasang Sticker peta jalur evakuasi.



Hal ini sebagai upaya dalam memberikan edukasi sekaligus pengingat kepada masyarakat maupun pengunjung akan arah evakuasi dan titik kumpul yang telah dikaji dan disepakati bersama.

"Saat ini logistik masih tahap pengerjaan diharapkan bisa terealisasi bulan September tahun ini" ungkap Indar Siswoyo Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desber Kembang Pacitan.

Senin, 16 Agustus 2021

Wisata Ditutup, Mahasiswa Bersihkan Pantai Srau

Wisata Ditutup, Mahasiswa Bersihkan Pantai Srau

 

PRINGKUKU, lensapacitan.com, Minggu pagi, berlokasi di Pantai Srau sejumlah mahasiswa berkolaborasi dengan pemerintah  desa dan komunitas pecinta lingkungan melakukan kegiatan bersih pantai. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka program kegiatan KKN yang tengah berlangsung di Desa Candi sekaligus merayakan HUT Kemeredekaan RI ke-76 yang saat ini masih berlangsung di masa pandemi. Kegiatan yang dimulai dari pukul 9.30 WIB ini berlangsung hingga lewat tengah hari, fokus kegiatan adalah membersihkan pesisir dari sampah serta memilah sampah dan melakukan trash audit untuk mengetahui jenis sampah anorganik apa saja yang ditemukan di sepanjang garis pantai.

Kegiatan yang dikawal oleh komunitas pecinta alam “Trash Hero” ini juga sudah diasosiasi dengan kegiatan yang sama berskala global dimana trash audit dalam fungsinya bisa mengetahui penyumbang sampah anorganik terbesar dari jenis apa, dan bahkan bisa mengetahui dari produk yang dibuat dari mana saja, dengan harapan akan ada solusi dari perusahaan pembuat produk agar tidak menimbulkan maslaah yang berakibat ke lingkungan.



Menurut mahasiswa penggagas kegiatan ini sebenarnya pelaksanaan KKN pada saat pandemi lebih sulit dilaksanakan, tentu saja faktor utamanya adalah kesulitan dalam merencanakan kegiatan dengan tetap bisa mengutamakan menjaga jarak dan tidak memicu kerumunan, terlebih pada masa pemberlakuan PPKM seperti saat ini. “Karena pemberlakuan PPKM kami mencoba membuat bebrapa kegiatan yang tidak harus berkontak ke manusia, dan tetap bisa prokes. Salah satunya ini, karena kan juga sekarang pariwisata sedang tutup, dan dari desa alhamdulillah juga medukung dan memberi izin.”, ujar Annisa salah satu mahasiswa.

Dalam pemapaparannya komunitas pencinta alam “Trash Hero” juga turut senang bisa bsa andil dalam kegiatan ini. Menurutnya setelah pemberlakuan PPKM dan penutupan wisata, komunitasnya sudah off melakukan clean-up pantai.

Dari kegiatan ini, harapannya pariwisata yang dipaksa untuk ditutup bagi wisatawan karena pandemi dan pemberlakuan PPKM pantai tetap terus dijaga keadaannya, agar nantinya saat PPMK dicabut dan dunia terbebas dari pandemi covid-19 dan pariwsata sudah dibuka, Pantai Srau nantinya akan langsung siap untuk dibuka tanpa recovery dengan kondisi dan fasilitas yang baik.


Kamis, 26 Maret 2020

Batasi Penyebaran Corona, “Lockdown” Seluruh Obyek Wisata Di Pacitan

Batasi Penyebaran Corona, “Lockdown” Seluruh Obyek Wisata Di Pacitan



PACITAN - lensapacitan.com,  Antisipasi penyebaran virus corona atau covid-19, Pemerintah Kabupaten Pacitan resmi menutup 9 obyek wisata di pacitan yang dikelola dinas pariwisata pemuda dan olahraga (Disparpora) setempat, mulai senin 23 maret 2020. Kebijakan tersebut menyusul keputusan gugus tugas peningkatan kewaspadaan terhadap covid-19.

Penutupan tersebut rencananya akan berlangsung hingga akhir maret mendatang atau sampai masa inkubasi pertama. kesembilan obyek wisata itu diantaranya Pantai Pancer Door, Pantai Klayar, Pantai Watu Karung, dan Goa Gong.

“Semua destinasi wisata yang baik dikelola pemerintah Daerah, pemerintah Desa maupun yang dikelola swasta, mulai tanggal 23 sampai dengan tanggal 31 maret ditutup sementara” ungkap Andi Valiandra.(25/03/20).

Tidak hanya wisata yang dikelola pemerintah, namun obyek wisata tang dikelola swasta seperti Pantai Teleng Ria juga di tutup sementara.

Diharapkan dengan penutupan sementara ini, Pacitan bisa terhindar dari pandemik covid-19, seiring dengan langkah-langkah pencegahan yang dilakukan Pemkab melalui gugus tugas covid-19.

“Di ikuti dengan seluruh kegiatan didalamnya, termasuk hotel, homestay restoran, karaoke kita minta untuk tutup, ini dilakukan dalam rangka membatasi penyeberan Virus Corona di Pacitan.” Imbuhnya.

Meski langkah penutupan ini memiliki dampak terhadap ekonomi warga, namun dengan cara ini diharapkan dapat mencegah penyebaran Virus Corana.(not)

Selasa, 17 Desember 2019

Kembangkan Desa Wisata, TPPI Pacitan  Study Banding Ke Desa Wisata Sepakung

Kembangkan Desa Wisata, TPPI Pacitan Study Banding Ke Desa Wisata Sepakung


PACITAN - lensapacitan.com, Study banding bukan monopoli kalangan anggota legislatif saja. Sejumlah Tenaga Pendamping Profesional Indonesia (TPPI) Kabupaten Pacitan Jawa Timur selama dua hari mulai dari tanggal 17 hingga 18 Desember 2019 mengadakan kegiatan studi banding ke Desa Wisata Sepakung Kecamatan Banyu Biru Kabupaten Semarang Provinsi Jawa Tengah.

"Setidaknya ada sekitar 50 peserta Tenaga Pendamping  Profesional Indonesia/TPPI Kabupaten Pacitan yang mengikuti kegiatan tersebut,  yang terdiri dari Tenaga Ahli,  Pendamping Desa Pemberdayaan, Pendamping Desa Tenaga Infrastruktur dan Pendamping Lokal Desa," kata Nur Wachidah Rosiani Penggagas kegiatan studi banding.

Sejak Dana Desa dikucurkan pemerintah mulai tahun 2015, pembangunan di desa semakin dinamis dan akseleratif. Banyak sekali proyek pembangunan infrastruktur pertanian, jalan desa, gedung sekolah, gedung olahraga, bahkan pembangunan embung desa.M

Menghindari penggunaan dana desa yang sebagian besar diwujudkan ke program-program infrastruktur,  TPPI Kabupaten Pacitan, tergerak berinisiatif melakukan kegiatan study banding untuk menambah wawasan dan pengetahuan dalam pengembangan desa wisata di wilayah Pacitan.

Sejumlah desa di Kabupaten Pacitan sangat potensial untuk digarap sebagai desa wisata seperti Sentono Gentong misalnya yang saat ini sudah mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Nur Wachidah Rosiani, juga berharap study banding ke desa wisata ini dapat meningkatkan kompetensi dan memunculkan inovasi dalam pengelolaan pembangunan desa di wilayah Kabupaten Pacitan. Selain itu para peserta setelah ini diharapkan mampu menggali potensi wisata di desanya masing-masing.

Lebih lanjut, kegiatan study banding tersebut tidak hanya sebatas berwisata dan bersenang-senang namun ada ide-ide kreatif dan gagasan yang ditangkap setelah kegiatan selesai.

Sementara itu Septian Dwi Cahyo, menambahkan, "Kegiatan ke Desa Sepakung ini sangat bermanfaat dalam kegiatan pendampingan pengembangan potensi desa melalui pengelolaan obyek wisata. Semoga kegiatan ini bisa diagendakan setiap tahunnya  ke tempat-tempat yang memiliki kemiripan wilayah dan potensi dengan Kabupaten Pacitan," pungkasnya. (ip/not)

Minggu, 01 September 2019

Layang-layang Naga Sepanjang 130 Meter Hiasi Langit Pacitan

Layang-layang Naga Sepanjang 130 Meter Hiasi Langit Pacitan

PACITAN - lensapacitan.com, Puluhan penggemar layang-layang di Kabupaten Pacitan mengglear festival layang layang di Pantai Teleng Ria. Festival ini digelar dalam rangka peringatan 1 Muharam 1441 Hijriah, salah satu jenis  layang-layang yang menjadi perhatian warga adalah layang-layang naga dengan panjang 130 meter.

"Bagus-bagus sih, tapi yang menurutku paling bagus ya yang naga terpanjang itu," Kata Dafenda Serlian Diansyah (16) tahun, pelajar asal Kabupaten Ponorogo.

Puluhan penggemar layang-layang se-kabupaten Pacitan menggelar festifal layang-layang hias di pantai Telengria, Pacitan berbagai jenis layang-layang dengan berbagai jenis berbagai karakter dan tema,  setelah semua layang-layang diterbangkan, keindahan menghiasi langit Pantai Telengria.

"Ada yang bentuk pesawat, kapal nelayan, tokoh pewayangan, naga dan lain-lain," Jelasnya.

Salah satu layang-layang yang menarik perhatian warga adalah, layang-layang berkepala naga dengan panjang 130 meter, yang dibuat oleh Komunitas Mojesu, Desa Pakisbaru, Kecamatan Nawangan.

Layang-layang tersebut beberapa kali dicoba untuk diterbangkan, namun karena pantai kurang luas, ekor naga tersebut menyangkut diatas pohon.

"Karena Tempatnya kurang luas, sehingga untuk nerbangkan naga sepanjang itu susah," Kata Gampang Rahmad Abdullah, Ketua komunitas Mojesu.

Peserta pun terpaksa berpindah tempat untuk mencari lokasi yang lebih luas. setelah beberapa kali percobaan, layang-layang naga tersebut berhasil diterbangkan oleh puluhan orang.

"Kita butuh 20 orang, agar layang-layang naga ini bisa terbang," Ungkapnya.

Proses pembuatan layang-layang tersebut memakan waktu hingga 3 bulan, dan satu buah layang-layang bisa menghabiskan uang enam juta rupiah.

"Untuk membuat 1 jenis layang-layang, kami bersama 4 anggota komunitas bisa sampai 3 bulan, dan butuh modal 5-6 juta rupiah, tapi kita senang aja. Pungkasnya (not)

Rabu, 24 Juli 2019

Unesco Lakukan Revalidasi Geopark Gunung Sewu Di Pacitan

Unesco Lakukan Revalidasi Geopark Gunung Sewu Di Pacitan

PACITAN - lensapacitan.com, Geopark Gunung Sewu di Kabupaten Pacitan kembali didatangi tim asesor united nations educational  scientific and cultural organization (unesco). Kedatangan asesor ini merupakan agenda 4 tahun sekali guna melakukan revalidasi kelayakan kawasan gunung sewu sebagai warisan dunia.

Sejumlah lokasi Geopark Gunung Sewu atau taman bumi di Kabupaten Pacitan yang merupakan bagian dari Global Geopark Network (GGN) divalidasi tim asesor dari united nations educational scientific and cultural organization (Unesco) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Unesco melakukan revalidasi atau penilaian ulang kelayakan kawasan pegunungan sewu yang menyandang predikat sebagai kawasan geopark. Kegiatan revalidasi ini rencanaya di laksanakan selama tiga hari.

Kabupaten Pacitan masuk ke dalam kawasan pegunungan sewu yang telah mendapat predikat unesco global geopark  bersama dua kabupaten lain seperti Kabupaten Gunung Kidul, dan Kabupaten Wonogiri. Predikat ini diraih pada september 2015 silam setelah melalui proses yang panjang. Setiap empat tahun sekali, predikat ini akan dievaluasi oleh asesor dari unesco terkait predikat kelayakanya menyandang predikat global. (not)

Selasa, 08 Januari 2019

Tambah Objek Retribusi Wisata Baru

Tambah Objek Retribusi Wisata Baru







KOTA - Ambisi Pemkab Pacitan untuk menambah pundi-pundi pendapatan dari
sektor pariwisata tak terbendung. Dalam rancangan perubahan peraturan daerah
(perda) 21/2010 yang diajukan ke DPRD untuk kemudian dibahas, setidaknya pemkab
memasukkan sejumlah objek wisata untuk dikenakan retribusi mulai tahun depan.





Bupati Pacitan Indartato mengatakan, tidak semua objek wisata akan
dikenai retribusi. Utamanya objek wisata yang sudah dikelola secara mandiri
oleh masyarakat atau desa setempat. Penambahan objek retribusi, lanjut dia,
hanya menyasar objek wisata yang belum dikelola oleh masyarakat atau pemerintah
desa (pemdes). ‘’Sehingga tidak akan memunculkan konflik ketika pengelolaannya
dilakukan oleh pemkab,’’ ujar Indartato, Rabu (30/11).





Adapun beberapa objek wisata baru yang bakal dikenakan tarif retribusi
pada tahun depan adalah Luweng Jaran, Luweng Ombo, Etalase Geopark Gunungsewu
Pancer Door, dan penggunaan gedung olahraga (GOR) di komplek sport center.





Indartato mengungkapkan, penambahan objek retribusi tersebut sebelumnya
sudah diatur dalam perda 27/2011 tentang retribusi kekayaan daerah. Meliputi
lapangan tenis Ngadirojo, Gedung Gasibu Swadaya, lapangan tenis pemda, lapangan
bola voli dan lapangan basket Alun-Alun Pacitan serta Stadion Pacitan.
‘’Penambahan retribusi ini bertujuan menyatukan pengaturan retribusi tempat
rekreasi dan olahraga yang tadinya terpisah menjadi dua perda, kedepan hanya
akan diatur dalam satu perda,’’ jelasnya.





Dengan diatur dalam satu perda, Indartato berharap proses pemungutan
dan tanggungjawab pengelolaannya akan lebih mudah serta jelas. Namun demikian,
Indartato juga masih menimbang terkait masukan atau usulan dari Fraksi PDI
Perjuangan perihal penggunaan tiket masuk elektronik guna mencegah kebocoran
tiket. Serta juga menimbang menggunakan jasa pemungutan retribusi oleh pihak
ketiga dengan sistem kerjasama. ‘’Selebihnya akan dilakukan kajian untuk
ditindaklanjuti,’’ tuturnya.





Sementara itu, anggota komisi III DPRD Pacitan Anung Dwi Ristanto mengharapkan agar pemkab tidak berfokus hanya bagaiamana meningkatkan pendapatan melalui penambahan objek retribusi wisata saja, melainkan juga perlu diperhatikan fasilitas pelayanan di objek wisata tersebut. Sehingga, ketika pengunjung yang datang tidak kecewa karena sudah mengeluarkan uang lebih untuk membayar retribusi. ‘’Tidak harus semua objek wisata ditarik retribusi. Sebaliknya, kita harus memberikan pelayanan yang maksimal sehingga berimbang antara retribusi dengan pelayanan,’’ terang legislator asal Partai Demokrat tersebut.


Medianed Indonesia

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done