Medianed Indonesia: Kekeringan
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Kekeringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kekeringan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 25 Agustus 2023

Rumah Zakat Kirim Bantuan Air Bersih Pada Warga Terdampak Kekeringan. di Pacitan

Rumah Zakat Kirim Bantuan Air Bersih Pada Warga Terdampak Kekeringan. di Pacitan

PACITAN, lensapacitan.com - Krisis air bersih menjadi langganan warga di dusun Nglaban, Desa Sambong Kecamatan Pacitan setiap musim kemarau tiba. Minimnya sumber air yang ada di wilayahnya menjadi faktor utama. Warga hanya mengandalkan kiriman bantuan air bersih dari pemerintah maupun relawan untuk mencukupi kebutuhan air mereka.

Melihat kondisi itu Rumah Zakat Action pada Jumat (25/8/2023) memberikan bantuan air bersih sebanyak 1 tangki berkapasitas 6000 liter.

"Terima Kasih kami sampaikan kepada Rumah Zakat yang telah memberikan bantuan air bersih ini, sangat bermanfaat bagi kami" ungkap Lathif salah seorang warga.

Wilayahnya lanjut Lathif menjadi langganan kekeringan sejak awal musim kemarau. Telaga yang biasanya menjadi andalan warga pun debit airnya mulai mengecil dan keruh.

"Air dari telaga itu hanya bisa digunakan untuk mencuci dan memberi minum ternak, sedangkan untuk mandi dan masak kami patungan beli," lanjutnya.

Bagi yang memiliki kemampuan untuk sekedar menyediakan air minum mereka harus membeli dari luar daerah dengan harga yang cukup tinggi hingga Rp 600.000 per 6000 liter.

"Bagi yang punya uang bisa beli, tapi kalau tidak ya mencari dari sumber yang jaraknya cukup jauh," jelasnya.

Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi yang berdomisili di Kabupaten Pacitan menyalurkan  30.000 liter air bersih terbagi menjadi 5 titik penyaluran dengan total penerima manfaat kurang lebih 250 KK.

"Kami menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 5 tangki dan dibagikan ke daerah yang mulai kesulitan air bersih," kata Indar Siswoyo Relawan Rumah Zakat Action.

Wilayah yang menjadi titik penyaluran tersebut yakni Dusun Ploso dan Dusun Ngelo (2 titik) Desa Belah Kecamatan Donorojo, Dusun Tenggar Desa Temon Kecamatan Arjosari, Dusun Nglaban Desa Sambong Kecamatan Pacitan yang seluruhnya merupakan daerah langganan kekurangan air bersih setiap tahunnya.

"Kami akan terus memantau kondisi kekeringan di Pacitan, dan akan hadir jika masyarakat membutuhkan kami," pungkasnya

Kamis, 03 Agustus 2023

Polres Pacitan Kirim Bantuan Air Bersih pada Warga Terdampak Kekeringan

Polres Pacitan Kirim Bantuan Air Bersih pada Warga Terdampak Kekeringan


PACITAN, lensapacitan.com - Polres Pacitan melakukan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah kecamatan yang terdampak kekeringan. 


"Ini adalah suatu kebaktian kita (Polri) kepada masyarakat, kita tahu bahwa sebagian warga sudah mengalami kesulitan air bersih, makanya kita hari ini melakukan droping air bersih sebanyak 20 tangki ke berbagai wilayah terdampak," kata Aiptu Dedeh Kurniasih, PS Kasubsi Penmas Polres Pacitan (3/8/2023). 


Droping air bersih tersebut merupakan rangkaian peringatan 25 tahun pengabdian Akademi Kepolisian (Akpol)  angkatan 1995 bekerjasama dengan Polres Pacitan secara serentak di Jatim yang berpusat di Polres Bojonegoro.


"Kami mendistribusikan bantuan ke tiga kecamatan, yaitu kecamatan Pacitan, Arjosari dan Kebonagung," lanjutnya. 


Dia berharap dengan adanya bantuan air bersih tersebut, warga setempat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.


"Tidak hanya kali ini, jika nanti warga masih membutuhkan bantuan, kami siap membantu," pungkasnya. 


Salah satu sasaran dropping adalah di dusun Sengon dan Nglaban Desa Sambong, Kecamatan Pacitan. Dalam sebulan terakhir warga mulai kesulitan air bersih dan harus mencari sumber dengan jarak sekitar 1 KM. 


"ada sumber jaraknya sekitar 1 KM, itu pun airnya kuning jadi tidak layak untuk diminum," kata Runiati salah seorang warga. 


Wilayah tersebut menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau. Sedangkan saluran pipa PDAM tidak sampai di wilayah itu. 

Kamis, 05 Desember 2019

Kekeringan, Polisi Sulap Mobil Patroli Jadi Alat Distribusi Air Bersih

Kekeringan, Polisi Sulap Mobil Patroli Jadi Alat Distribusi Air Bersih


BANDAR - lensapacitan.com, Mobil polisi yang biasa digunakan untuk melakukan kegiatan patroli, selama musim kekeringan yang melanda di sejumlah wilayah kabupaten Pacitan Jawa Timur, beralih fungsi sebagai mobil suplai air bersih.

Polisi pun menyulap mobil patrolinya menjadi mobil tangki untuk membantu warga. Warga biasa mengandalkan pasokan air dari tangki keliling.

"Inovasi tangki mobil ini sudah dilengkapi dengan mesin penyedot air. Dan ini cukup efektif, karena dapat menjangkau hingga ke pelosok," ujar AKBP. Sugandi, Kapolres Pacitan di sela-sela melakukan Bakti Sosial di Dusun Bubakan, Desa Ngunut, Bandar, Kamis (5/12/2019)

Selain itu, lanjut Sugandi, upaya lainnya yang dilakukan Polres Pacitan dalam membantu pemerintah, yakni dengan menempatkan secara permanen 2 tandon air yang berkapasitas 2.000 liter dan 1.200 liter lebih, guna menampung air sementara sebelum diambil oleh warga yang membutuhkan.

Kesulitan air ini sudah 6 bulan, karena sumbernya pada mati. Bantuan ada, selain itu kita juga beli, 1 tandon air seharga Rp80 ribu," ujar Silam (42), Ketua RT setempat. (Not)

Senin, 25 November 2019

Dangkal, Jadi Penyebab Keringnya Embung Kowang

Dangkal, Jadi Penyebab Keringnya Embung Kowang


NAWANGAN - lensapacitan.com, Kedalaman Embung Kowang, Dusun Kowang, Desa Penggung semakin tahun semakin dangkal. Faktor inilah yang diyakini warga setempat menjadi penyebab keringnya Embung Kowang selain karena musim kemarau yang berkepanjangan.

"Dulunya embung ini sedalam 8 meter, kini tinggal separuhnya saja sekitar 4 meter,"jelas Zaenudin warga setempat (25/11/2019).

Lebih lanjut Zaenudin mengatakan, tidak adanya saluran air membuat lumpur dari aliran sungai masuk kedalam embung.

"Harusnya saluran air dibangun untuk memgalirkan air dari sumber masuk kedalam embung, sehingga lumpur tidak banyak yang terbawa aliran air," lanjutnya.

Embung yang manjadi sumber air baku PDAM wilayah Nawangan ini, sejak seminggu terakhir mengering. Pendangkalan embung mengakibatkan penyimpanan air saat musim kemarau meenjadi sedikit.

"Tahun sebelumnya belum pernah kering hingga separah ini," Pungkasnya.

Seperti diketahui, keringnya embung Kowang ini membuat 293 Pelanggan mengalami krisis air bersih, karena pasokan air PDAM mati sejak seminggu ini. (not)

Jumat, 22 November 2019

Sumur Mengering, Warga Bergantung Bantuan Air Bersih

Sumur Mengering, Warga Bergantung Bantuan Air Bersih


TULAKAN - lensapacitan.com, Beginilah reaksi warga di Dusun Kepek, Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Pacitan saat ada truk bantuan air bersih datang diwilayah mereka. Warga langsung menyerbu tempat pembagian air bersih dengan menbawa wadah yang mereka miliki, ember, jerigen, toren hingga panci pun mereka bawa sebagai wadah air.

"Warga selama musim kemarau ini cari airnya susah, harus turun ke sungai untuk mengambil air," kata Winoto salah seorang warga (22/11/2019).

Selama sekitar 8 bulan warga dusun setempat mengalami krisis air bersih, selama ini warga mencari air kesalah satu sumber yang jaraknya mencapai 1 kilo meter, namun sebagian lagi memilih membeli kepada truk penjual air keliling.

"Bagi yang punya uang ya beli, kalau tidak yang cari ke sumber air," lanjutnya.

Warga lainnya Miswadi misalnya, selama musim kemarau ini, ia telah membeli 5 rit air bersih dari truk keliling. Satu rit air berisi skitar 3000 liter dan biasanya mereka habiskan selama 15 hari untuk keperluan masak. mandi dan mencuci. "1 rit itu habis dalam 15 hari kalau pemakaiannya hemat," jelasnya.

Berbeda bagi warga yang ekonominya pas-pasan, selama musim kemarau ini memilih mencari air, meski jaraknya cukup jauh. selebihnya mereka bergantung pada relawan yang memberikan bantuan air bersih.

"Untungnya musim kemarau ini ada bantuan masuk dari relawan, meskipun tidak setiap hari ada, tapi cukup meringankan beban warga sini," Pungkasnya. (not)

Kekeringan Berlanjut Warga Rela Antri Berjam-jam di Sumber Air

Kekeringan Berlanjut Warga Rela Antri Berjam-jam di Sumber Air

Warga menunggu embernya penuh di salah satu sumber air/ Foto: Lensa Pacitan

PACITAN – lensapacitan.com  Krisis air bersih yang melanda Kabupaten Pacitan terus berlanjut. hujan yang  sempat terjadi beberapa waktu lalu, belum berdampak pada mata air sumur mereka, warga pun harus mengantri untuk mendapatkan air.

“Warga ambil airnya disini, gantian dengan warga lainnya,” kata Fatoni Salah satu warga. (22/11/2019)

Selama delapan bulan terakhir, sumber-sumber air warga di Dusun Kepek Desa Kalikuning, Kecamatan Tulakan, Pacitan mulai mengering. salah satu sumber yang menjadi andalan warga setempat adalah kali njuruk. namun debit airnya pun semakin hari semakin mengecil.

“Mulai musim kemarau sudah sulit air dan sekarang debit airnya terus berkurang, jadi ngambilnya lama,” jelasnya.

Dengan membawa ember dan jerigen, warga bergantian mengambil air dari sumber dengan cara masuk kedalam bak penampungan. warga pun harus menunggu warga lainnya selesai mengambil air, biasanya membutuhkan waktu satu sampai dua jam.

“Setiap orang bawa minimal dua hingga empat jerigen dan ember, kalau yang datang belakangan harus menunggu 2 sampai 3 jam lamanya,” kata Siti Rustilah warga lainnya.
Sedikitnya ada 20 Kepala Keluarga yang mengandalkan air dari kali njuruk ini, lantaran sumber lainya sudah mengering. warga pun harus menempuh jarah untuk yang cukup jauh, yaitu antara 500 meter hingga 1 kilo meter.

“Kalau aku dekat dari rumah, tapi warga lain bisa sampai 1 kilometer jareknya, karena tidak ada sumber lain, sudah mengering,” pungasnya.

Musim kemarau seperti ini menambah beban warga untuk mencukupi kebutuhan air, meski wilayah tersebut sempat diguyur hujan, namun debit air berlum bertambah. (not)

Senin, 18 November 2019

Asyiknya Berburu Ikan Di Sungai Grindulu

Asyiknya Berburu Ikan Di Sungai Grindulu


ARJOSARI - lensapacitan.com, Inilah yang dilakukan sejumlah pelajar sekolah dasar di Kecamatan Arjosari, Pacitan setiap hari setelah pulang sekolah. Mereka berenang di sungai grindulu untuk mencari ikan.

Kemarau panjang kali ini jadi berkah bagi Danis Rahmat dan sebayanya. Setiap sore mereka mencari ikan di Sungai Grindulu yang mengecil debit airnya. Setiap hari pula, mereka makan malam berlauk ikan hasil tangkapan sendiri. Berkumpul di salah satu rumah kemudian makan beramai-ramai.

‘’Sering dapat ikan wader, melem, dan udang. Kadang banyak, kadang sedikit,’’ ungkap siswa kelas VI SDN 02 Kedungbendo itu.

Danis dkk selalu pulang menenteng ikan. Kondisi Sungai Grindulu sekarang bisa dibilang masih aman dari pencemaran. Bahkan, bocah-bocah tersebut bisa menangkap ikan dengan tangan kosong.

Istilah setempat digogoh alias tanpa peranti apa pun, seperti kail dan jala. Itu saking banyaknya ikan. Kondisi tersebut merupakan indikator tingkat kebersihan Sungai Grindulu. ‘’Sambil mandi sambil cari ikan. Tapi, kalau musim hujan tidak bisa,’’ ujar Danis. (not)

Sabtu, 09 November 2019

Memasuki Musim Penghujan, Kekeringan Di Pacitan Masih Berlanjut

Memasuki Musim Penghujan, Kekeringan Di Pacitan Masih Berlanjut

PACITAN - lensapacitan.com, Hujan yang terjadi di Pacitan beberapa hari lalu belum merubah kabupaten Pacitan dari status krisis air bersih. Permintaan droping air bersih masih tinggi dari sejumlah wilayah masih tinggi, sumur warga belum terisi, justru hujan  membuat sumber air warga terganggu.

"Kita terus melakukan droping ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan,"kata Didik Alih Wibowo, Kepala Pelaksana BPBD Pacitan (8/10/2019).

Hujan beberapa waktu lalu belum menjadikan debit sumber air warga bertambah, justru membuat sumur yang biasa digunakan warga keruh  dan kotor akibat air hujan.

"Hujan kemarin belum mampu menambah sumber air, tapi justru membuat sumur warga kotor dan keruh," lanjut Didik.

Didik mengingatkan warga untuk waspadai perubahan cuaca secara ekstrem di sebagian besar wilayah pacitan terutama puting beliung, hujan deras disertai kilat, hujan deras disertai angin kencang sesaat, dan kemungkinan tanah longsor. (not)

Selasa, 15 Oktober 2019

Kemarau Panjang, Debit Sumber Air Baku PDAM Berkurang

Kemarau Panjang, Debit Sumber Air Baku PDAM Berkurang


PACITAN - lensapacitan.com, Berkurangnya distribusi air kepada pelanggan PDAM di wilayah Kecamatan Kota, diakui Pihak PDAM, Ini lantaran debit air sumber mulai menyusut akibat kemarau panjang.

‘’Sumber air baku kami juga mengalami penyusutan,’’ ungkap Direktur PDAM Pacitan Agus Suseno.

Agus tidak menampik adanya keluhan pelanggan terkait mengecilnya aliran air PDAM di Kecamatan Pacitan. Pasalnya, kapasitas air baku dari sumber sungai Grindulu mengalami penurunan. Catatan terbaru, kapasitas air adalah 60 liter/detik. Jumlah yang menurun ketimbang saat normal, 80 liter/detik.

‘’Kemarau. Kebutuhan semakin meningkat tapi kapasitas air menurun,’’ ujarnya.

Kelangkaan air bersih memang menjadi momok tersendiri bagi warga Pacitan setiap kali kemarau. Untuk air PDAM, kata Agus, jam-jam krusial penggunaan patut dicermati masyarakat. Rentang waktu 05.00 – 08.00 dan 15.00 – 19.00 merupakan puncaknya penggunaan air. Maka dari itu, Agus mengimbau agar dilakukan penyetokan. Pun, menghemat penggunaan.

‘’Kalau dilihat dari pembayaran atas penggunaan air, saat ini sudah menurun sebanyak 30 persen daripada biasanya,’’ ungkap Agus.

Penyusutan air diprediksi bakal lebih parah jika tidak segera turun hujan. Agus mengatakan, tidak menutup kemungkinan bakal diberlakukan block sistem untuk wilayah Kecamatan Pacitan. Sementara, jatah giliran air PDAM saat ini sudah terjadi di 10 desa di luar Kecamatan Pacitan.

‘’Saat ini belum diberlakukan giliran (wilayah Kecamatan Pacitan), tapi kalau kondisi semakin parah, block sistem jadi jurus pamungkas,’’ pungkasnya. (not)

Senin, 14 Oktober 2019

Aliran Air Pelanggan PDAM di wilayah Kota Mulai Mengecil

Aliran Air Pelanggan PDAM di wilayah Kota Mulai Mengecil


PACITAN - lensapacitan.com,  Kekeringan yang melanda Kota 1.001 Gua sudah di ujung tanduk. Pelanggan PDAM di Kelurahan Baleharjo, Pacitan, mengeluh. Aliran air mengecil sejak beberapa hari terakhir. Penggunaan mesti benar-benar dihemat supaya kebutuhan air tercukupi.

‘’Tidak berani pakai banyak-banyak biar cukup,’’ kata Siti Rahayu, 39, warga setempat kemarin (11/10).

Siti mengungkapkan, aliran air PDAM di rumahnya mulai mengecil sejak dua pekan terakhir. Semakin hari, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk memenuhi bak mandi.

Saat air normal, lanjut Siti, satu ember ukuran sedang sudah penuh selama 10 menit. Sekarang, tiga kali lipat lebih waktu yang dibutuhkan. Imbasnya, ibu rumah yang satu ini mesti memutar otak menghemat air.

‘’Kalau biasanya empat kali isi air mesin cuci, sekarang jadi tiga kali. Belum benar-benar bersih itu,’’ terangnya.

Apa yang dialami Siti bisa dibilang sesuatu yang sepele. Namun, sudah menjadi hal yang tidak bisa dianggap remeh menilik lokasi perkotaan yang telah kesulitan air bersih. (not)

Sabtu, 12 Oktober 2019

Release BMKG: Musim Penghujan Akan Mulai Pada Awal November

Release BMKG: Musim Penghujan Akan Mulai Pada Awal November


PACITAN - lensapacitan.com, Berdasarkan Release terbaru Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah saat ini sudah memasuki musim penghujan.

Wilayah-wilayah tersebut seperti Sumatera tepatnya di sebagian Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Daeah-daerah ini sudah memasuki musim hujan sejak September lalu.

Kemudian daerah lain yang sudah memasuki awal musim hujan adalah beberapa wilayah di Sumatera, sebagian wilayah Kalimantan, serta Sulawesi.

Adapun untuk wilayah Jawa, sebagian kecil sudah memasuki musim hujan pada akhir Oktober.

Kemudian sebagian wilayah lain termasuk Kabupaten Pacitan, baru akan memasuki awal musim hujan pada Bulan November.

Memasuki musim hujan Badan Meteorologi,Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk memperhatikan aliran air atau limpasan air hujan baik di parit atau sungai.

Dihimbau agar warga membersihkan saluran air, sehingga limpasan air hujan tidak terhalang oleh sampah yang bisa mengakibatkan bencana khususnya banjir.

Rabu, 09 Oktober 2019

Telaga Mengering Warga Berburu Ikan Dikubangan Lumpur

Telaga Mengering Warga Berburu Ikan Dikubangan Lumpur

PUNUNG - lensapacitan.com, Ini sisi lain kekeringan yang terjadi di Pacitan. Warga berburu ikan dengan tangan kosong di Telaga Guyang Warak  Dusun Ngaritan, Desa Kendal, Punung, yang tak lagi berair. Telaga yang biasa dipakai sebagai irigasi dan tempat pemancingan itu sekarang kering kerontang.

‘’Sejak sebulan lalu sudah bisa nangkap ikan seperti ini,’’ kata Heru Ari Wibowo, 27, warga setempat, kemarin (3/10).

Debit air Telaga Guyang Warak menyusut sejak dua bulan lalu. Dasar telaga mulai kelihatan menginjak awal September. Sebagian besar tanah dasar sungai menjadi retak-retak akibat terik matahari.

‘’Orang-orang luar desa juga banyak yang ke sini cari ikan karena telaga kering,’’ ungkap Heru.

Mereka masuk ke kubangan air dan cukup menggunakan jaring kecil. Hasil yang di dapat tidak sebanyak pada awal telaga kering. Mereka hanya dapat sekitar satu kilogram ikan kutuk (gabus).

Untungnya warga sekitar sudah tidak lagi mengonsumsi air dari danau. Kendati demikian, dampak benar-benar dirasakan oleh petani. Lahan dibiarkan kosong tidak ditanami. Kondisi danau yang mengering berujung tidak adanya air irigasi sama sekali.

 ‘’Sawah-sawah itu akan ditanami lagi kalau sudah ada hujan,’’ ungkapnya. (not)

Selasa, 08 Oktober 2019

Atasi Kekeringan, Pemkab Pacitan Manfaatkan Sumur Bor Yang Mangkrak

Atasi Kekeringan, Pemkab Pacitan Manfaatkan Sumur Bor Yang Mangkrak


PACITAN - lensapacitan.com, Ratusan sumur bor di Kabupaten Pacitan, baik yang dibuat oleh pemerintah pusat melalui Badan Geologi Bandung maupun yang dibuat oleh pemerintah setempat, memang belum sepenuhnya dimanfaatkan maupun dikelola dengan baik.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui instansi terkait, telah melakukan proses pendataan di semua titik di mana sumur bor itu di bangun. Tentunya, hal itu dimaksudkan untuk mengetahui titik- titik atau lokasi sumur bor yang masih bisa difungsikan.

“Sumur bor di Pacitan ini jumlahnya sekitar 500 an, baik dari pertanian, irigasi dan lainnya. Sekarang lagi proses pendataan ke semua lokasi sumur bor, mana yang bisa dimanfaatkan kita kerjakan duluan, agar segera dinikmati masyarakat,” kata Indartato Bupati Pacitan, Saat meninjau sumur bor di Dusun Benggle, Desa Sambong, Kecamatan Pacitan, Selasa (08/10/19).

Sumur yang sebelumnya manggrak itu kembali difungsikan menggunakan popa jenis sumer sible dan bertenaga matahari. Harapannya, jika teknologi  itu berhasil diterapkan, ini akan diaplikasikan ke ratusan sumur bor lainnya.

Saat ini, sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan tengah mengalami bencana kekeringan. Sehingga warga kesulitan menapatkan air bersih. Melihat hal itu Bupati Pacitan, memerintahkan untuk memfungsikan sumur bor tersebut guna mengatasi bencana kekeringan.

"Harapannya tahun 2020 sumur bor tersebut sudah bisa dimanfaatkan, dan atas nama Pemerintah Daerah saya minta maaf karena belum bisa melayani masyarakat dengan baik khususnya bencana kekeringan," pungkas Bupati (not)

Senin, 30 September 2019

Admin Grup OWP, Beri Bantuan Air Bersih di Wilayah Kekeringan

Admin Grup OWP, Beri Bantuan Air Bersih di Wilayah Kekeringan


krisis air bersih
TULAKAN – lensapacitan.com, Aksi solidaritas untuk korban bencana kekeringan di wilayah Kabupaten Pacitan dilakukan Pegiat Media Sosial Facebook yang menamakan diri Obrolane Wong Pacitan (OWP). Dari aksi ini sejumlah desa berhasil mendapatkan bantuan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kita hampir setiap hari menerima postingan tentang kesulitan air bersih di grup dari berbagai wilayah, kemudian kita berupaya membantu sesuai kemampuan kita,” Salah seorang Admin OWP, Sudarsono Sudar. Senin(30/9/2019).

Bantuan air bersih kali ini disalurkan kepada warga di Dusun Sukorejo, Desa Nglaran, Kecamatan Tulakan, Pacitan. Karena warga di wilayah tersebut terdampak bencana kekeringan dan kesulitan untuk mendapatkan air bersih sejak beberapa bulan yang lalu.

“Air merupakan kebutuhan pokok, sehingga harus dicukupi. Kita berupaya peduli kepada masyarakat yang kesulitan air bersih,” tambahnya.

Dalam aksinya itu, OWP menggandeng salah satu Alumni SMA di Kecamatan Ngadirojo, sebanyak empat ribu liter air bersih dibagikan kepada warga untuk meringankan beban warga. (not)

Jumat, 27 September 2019

Inovatif, Warga Bangun Pompa Air Bertenga Surya Di Wilayah Kekeringan

Inovatif, Warga Bangun Pompa Air Bertenga Surya Di Wilayah Kekeringan


PACITAN - lensapacitan.com, Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Pacitan membuat sebagian wilayah terdampak bencana kekeringan, bahkan, sejumlah warga kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Untuk memberikan pasokan air bersih kepada warga, sejumlah tokoh masyarakat di Desa Sambong, Kecamatan Pacitan, memiliki inovasi baru untuk mengalirkan air dari sumur Bor bantuan dari Pemprov Jatim yang mangkrak selama bertahun-tahun.

"Ini memanfaatkan sumur bor yang tidak berfungsi, dari pada sia-sia ini dimanfaatkan, karena wilayah ini saat ini kesulitan air bersih," kata Dedek Arisman salah satu warga setempat Selasa(24/9/2019).

Tidak menggunakan Sanyo ataupun Diesel untuk mengalirkan air, melainkan pompa Submersible bertenaga energi matahari. Ide ini digagas salah seorang warga setempat yang dianggap lebih ringan biaya. Salah satu sumber energi terbarukan yang berkembang saat ini adalah sel surya.

"Ini tidak menggunakan listrik PLN karena jangkauannya jauh dari rumah warga," jelasnya.
Dengan menggunakan PV Panel, memungkinkan dihasilkan energi listrik meski di daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan listrik konvensional. Sehingga pompa air bekerja mengalirkan air ke bak penampungan.

"Sayangnya debit air sumur bor ini sudah mengecil, sehingga belum mencukupi untuk digunakan seluruh warga," lanjut Dedek.

Diharapkan gagasan yang dijalankan oleh warga ini mampu menjadi solusi atas kurangnya pasokan air bersih untuk keperluan mendasar masyarakat sepelrti mandi, mencuci dan memasak di tengah masyarakat. (rap/not)

Senin, 23 September 2019

Warga Pacitan Terpaksa Konsumsi Air Kotor Karena Kekeringan

Warga Pacitan Terpaksa Konsumsi Air Kotor Karena Kekeringan


ARJOSARI – lensapacitan.com, Sejumlah wilayah di Kabupaten Pacitan mengalami kekeringan dampak dari kemarau panjang. Kesulitan mendapatkan air bersih, warga terpaksa memanfaatkan sumber air yang kurang layak untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Sekitar belasan Kepala Keluarga Di RT. 05/07, Dusun Ngasem, Desa Gembong Kecamatan Arosari terpaksa mengkonsumsi air kotor dan berbau, wilayah itu tak pernah tersentuh dropping air dari BPBD setempat, lantaran medan yang tak bisa dijangkau kendaraan roda empat.

“Wilayah kami memang susah dilalui kendaraan besar, jadi kalau ada bantuan air ya hanya di wilayah yang terjangkau,” Ungkap Marjuni salah satu warga.

Mereka harus berjalan kaki sejauh satu kilometer melewati bukit untuk menuju mbelik (sumber mata air) di sungai terdekat. Kondisi air di sungai yang menjadi jujukan warga itu sangat memprihatinkan. Selain debit airnya yang semakin mengecil. Air yang digunakan warga tersebut keruh dan dipenuhi kotoran daun kering.




“Sumber yang ada dan terdekat ya hanya disungai ini, itupun kondisinya seperti ini,” lanjutnya.

Untuk mendapatkan air warga pun harus antri, selama setengah jam hingga satu jam, tergantung banyaknya warga yang mengantri. Air sungai itu mereka gunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti minum, memasak dan mandi.

“Paling banyak warga ambil air itu pagi dan sore, jadi harus bergantian mendapatkan airnya,” lanjut Siti Sukamti, warga lainnya.

Warga tak lagi memperdulikan kesehatannya, Air yang tidak layak konsumsi itu terpaksa mereka gunakan lantaran sumber lain sudah mengering. “Adanya Cuma ini ya mau gimana lagi,” imbuhnya.

Setelah mendapatkan air, warga harus berjalan menaiki bukit dengan membawa ember berisi air, ini mereka lakukan setiap harinya selama musim kemarau. “Ada sekitar 16 kepala keluarga yang mengambil air dari sini, yang terdekat berjarak 500 Meter dari rumah,” Jelasnya lagi.

Warga Dusun Ngasem, hanya bisa berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah dalam mengatasi kekeringan yang mereka alami setiap tahunnya. (not)

Medianed Indonesia

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done