Jumat, 25 Agustus 2023
Kamis, 03 Agustus 2023
Polres Pacitan Kirim Bantuan Air Bersih pada Warga Terdampak Kekeringan
PACITAN, lensapacitan.com - Polres Pacitan melakukan bakti sosial dengan menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah kecamatan yang terdampak kekeringan.
"Ini adalah suatu kebaktian kita (Polri) kepada masyarakat, kita tahu bahwa sebagian warga sudah mengalami kesulitan air bersih, makanya kita hari ini melakukan droping air bersih sebanyak 20 tangki ke berbagai wilayah terdampak," kata Aiptu Dedeh Kurniasih, PS Kasubsi Penmas Polres Pacitan (3/8/2023).
Droping air bersih tersebut merupakan rangkaian peringatan 25 tahun pengabdian Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1995 bekerjasama dengan Polres Pacitan secara serentak di Jatim yang berpusat di Polres Bojonegoro.
"Kami mendistribusikan bantuan ke tiga kecamatan, yaitu kecamatan Pacitan, Arjosari dan Kebonagung," lanjutnya.
Dia berharap dengan adanya bantuan air bersih tersebut, warga setempat tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih.
"Tidak hanya kali ini, jika nanti warga masih membutuhkan bantuan, kami siap membantu," pungkasnya.
Salah satu sasaran dropping adalah di dusun Sengon dan Nglaban Desa Sambong, Kecamatan Pacitan. Dalam sebulan terakhir warga mulai kesulitan air bersih dan harus mencari sumber dengan jarak sekitar 1 KM.
"ada sumber jaraknya sekitar 1 KM, itu pun airnya kuning jadi tidak layak untuk diminum," kata Runiati salah seorang warga.
Wilayah tersebut menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau. Sedangkan saluran pipa PDAM tidak sampai di wilayah itu.
Kamis, 05 Desember 2019
Kekeringan, Polisi Sulap Mobil Patroli Jadi Alat Distribusi Air Bersih
Senin, 25 November 2019
Dangkal, Jadi Penyebab Keringnya Embung Kowang
NAWANGAN - lensapacitan.com, Kedalaman Embung Kowang, Dusun Kowang, Desa Penggung semakin tahun semakin dangkal. Faktor inilah yang diyakini warga setempat menjadi penyebab keringnya Embung Kowang selain karena musim kemarau yang berkepanjangan.
"Dulunya embung ini sedalam 8 meter, kini tinggal separuhnya saja sekitar 4 meter,"jelas Zaenudin warga setempat (25/11/2019).
Lebih lanjut Zaenudin mengatakan, tidak adanya saluran air membuat lumpur dari aliran sungai masuk kedalam embung.
"Harusnya saluran air dibangun untuk memgalirkan air dari sumber masuk kedalam embung, sehingga lumpur tidak banyak yang terbawa aliran air," lanjutnya.
Embung yang manjadi sumber air baku PDAM wilayah Nawangan ini, sejak seminggu terakhir mengering. Pendangkalan embung mengakibatkan penyimpanan air saat musim kemarau meenjadi sedikit.
"Tahun sebelumnya belum pernah kering hingga separah ini," Pungkasnya.
Seperti diketahui, keringnya embung Kowang ini membuat 293 Pelanggan mengalami krisis air bersih, karena pasokan air PDAM mati sejak seminggu ini. (not)
Jumat, 22 November 2019
Sumur Mengering, Warga Bergantung Bantuan Air Bersih
"Warga selama musim kemarau ini cari airnya susah, harus turun ke sungai untuk mengambil air," kata Winoto salah seorang warga (22/11/2019).
Kekeringan Berlanjut Warga Rela Antri Berjam-jam di Sumber Air
![]() |
| Warga menunggu embernya penuh di salah satu sumber air/ Foto: Lensa Pacitan |
“Warga ambil airnya disini, gantian dengan warga lainnya,” kata Fatoni Salah satu warga. (22/11/2019)
“Mulai musim kemarau sudah sulit air dan sekarang debit airnya terus berkurang, jadi ngambilnya lama,” jelasnya.
“Setiap orang bawa minimal dua hingga empat jerigen dan ember, kalau yang datang belakangan harus menunggu 2 sampai 3 jam lamanya,” kata Siti Rustilah warga lainnya.
“Kalau aku dekat dari rumah, tapi warga lain bisa sampai 1 kilometer jareknya, karena tidak ada sumber lain, sudah mengering,” pungasnya.
Senin, 18 November 2019
Asyiknya Berburu Ikan Di Sungai Grindulu
Sabtu, 09 November 2019
Memasuki Musim Penghujan, Kekeringan Di Pacitan Masih Berlanjut
"Kita terus melakukan droping ke sejumlah wilayah terdampak kekeringan,"kata Didik Alih Wibowo, Kepala Pelaksana BPBD Pacitan (8/10/2019).
Hujan beberapa waktu lalu belum menjadikan debit sumber air warga bertambah, justru membuat sumur yang biasa digunakan warga keruh dan kotor akibat air hujan.
"Hujan kemarin belum mampu menambah sumber air, tapi justru membuat sumur warga kotor dan keruh," lanjut Didik.
Didik mengingatkan warga untuk waspadai perubahan cuaca secara ekstrem di sebagian besar wilayah pacitan terutama puting beliung, hujan deras disertai kilat, hujan deras disertai angin kencang sesaat, dan kemungkinan tanah longsor. (not)
Selasa, 15 Oktober 2019
Kemarau Panjang, Debit Sumber Air Baku PDAM Berkurang
Senin, 14 Oktober 2019
Aliran Air Pelanggan PDAM di wilayah Kota Mulai Mengecil
Sabtu, 12 Oktober 2019
Release BMKG: Musim Penghujan Akan Mulai Pada Awal November
Rabu, 09 Oktober 2019
Telaga Mengering Warga Berburu Ikan Dikubangan Lumpur
‘’Sejak sebulan lalu sudah bisa nangkap ikan seperti ini,’’ kata Heru Ari Wibowo, 27, warga setempat, kemarin (3/10).
Debit air Telaga Guyang Warak menyusut sejak dua bulan lalu. Dasar telaga mulai kelihatan menginjak awal September. Sebagian besar tanah dasar sungai menjadi retak-retak akibat terik matahari.
‘’Orang-orang luar desa juga banyak yang ke sini cari ikan karena telaga kering,’’ ungkap Heru.
Mereka masuk ke kubangan air dan cukup menggunakan jaring kecil. Hasil yang di dapat tidak sebanyak pada awal telaga kering. Mereka hanya dapat sekitar satu kilogram ikan kutuk (gabus).
Untungnya warga sekitar sudah tidak lagi mengonsumsi air dari danau. Kendati demikian, dampak benar-benar dirasakan oleh petani. Lahan dibiarkan kosong tidak ditanami. Kondisi danau yang mengering berujung tidak adanya air irigasi sama sekali.
‘’Sawah-sawah itu akan ditanami lagi kalau sudah ada hujan,’’ ungkapnya. (not)













